Diam-diam Kaum Yahudi Yaman Diangkut ke Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Yahudi Ortodoks membawa kereta kuda untuk membawa pengantin dalama acara pernikahan cucu Rabbi dari dinasti Tzanz Hasidic di Netanya, Israel, 15 Maret 2016. AP/Oded Balilty

    Seorang Yahudi Ortodoks membawa kereta kuda untuk membawa pengantin dalama acara pernikahan cucu Rabbi dari dinasti Tzanz Hasidic di Netanya, Israel, 15 Maret 2016. AP/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Sanaa - Lembaga Yahudi, sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk imigrasi kaum Yahudi ke Israel, mengatakan, sebanyak 19 orang tiba di Israel dalam beberapa hari ini. Di antara mereka terdapat seorang Rabbi yang membawa Kitab Taurat berusia 500 tahun.

    Beberapa sumber sebagaimana dilaporkan Al Arabiya News membenarkan bahwa Israel telah menerbangkan sedikitnya 17 Yahudi Yaman keluar negeri pada Ahad malam, 20 Maret 2016, waktu setempat.

    "Sementara 17  Yahudi lainnya menyusul pada Senin malam, 21 Maret 2016,"  tulis Al Arabiya News. Adapun 50 warga Yahudi yang tersisa, kata orgnaisasi nir-laba ini, memilih tetap tinggal di Yaman.

    Sejak negeri Israel berdiri pada 1948, sebanyak 51 ribu Yahudi telah berimigrasi ke Israel dari Yaman, negeri yang memiliki komunitas Yahudi tertua di dunia. Hampir seluruhnya diangut ke Israel melalui program Operasi Karpet Ajaib pada 1949 dan 1950.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini, sekitar 200 yahdui meninggalkan negeri itu menyusul serangan bertubi-tubi terhadap komunitas Yahudi di sana. Lembaga Yahudi dalam pengumumannya pada Senin, 21 Maret 2016, menyebutkan, mereka telah mendaratkan 19 kaum Yahudi di Israel melalui sebuah operasi perpindahan.

    "Sebanyak 19 orang tiba di Israel dalam beberapa hari ini, berikut 14 dari Kota Raydah dan sebuah keluarga dari Sanaa," bunyi pernyataan Lembaga Yahudi. "Kelompok dari Raydah termasuk Rabbi yang membawa Taurat diyakini berusia 500 dan 600 tahun."

    AL ARABIYA | BBC | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.