Harmony Day, KBRI Canberra Tampilkan Sendratari Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sezargerry Sumardi (bertopeng) dan Rianti Purbahapsari (berpakaian ksatria) diplomat dan staf KBRI Canberra dalam acara Harmony Day di Kaleen Primary School, Canberra, Australia, 19 Maret 2016.  Foto : KBRI Canberra

    Sezargerry Sumardi (bertopeng) dan Rianti Purbahapsari (berpakaian ksatria) diplomat dan staf KBRI Canberra dalam acara Harmony Day di Kaleen Primary School, Canberra, Australia, 19 Maret 2016. Foto : KBRI Canberra

    TEMPO.CO, Canberra -  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra menampilkan sendratari tradisional Indonesia  dalam acara Harmony Day di  Sekolah Dasar (SD) Kaleen atau Kaleen Primary School di Ibu Kota Australia, Canberra, Sabtu, 19 Maret 2016.

    Sendratari yang ditampilkan yang diiringi musik latar gamelan Jawa dan Bali.  Berkisah tentang seorang raksasa yang mengganggu masyarakat di sebuah desa. Beruntung, muncul seorang prajurit pemberani yang menghentikan ‎aksi tersebut. Akhirnya, penduduk di desa tersebut dapat kembali hidup secara aman, tentram dan damai.

    ‎‎Tepuk tangan yang panjang dari pengunjung menggema keras usai penampilan ‎ sendra tari yang dibawakan secara apik dan atraktif oleh Sezargerry Sumardi, diplomat muda Indonesia yang sehari-harinya menangani bidang Penerangan dan Sosial-Budaya, dan Rianti Purbahapsari, staf dari KBRI Canberra.

    ‎”KBRI Canberra menjadi satu-satunya Kedutaan Besar asing di Kota Canberra yang hadir dalam perayaan 40 tahun berdirinya sekolah tersebut yang juga bertepatan dengan peringatan  'Harmony Day' yang dirayakan oleh masyarakat Australia,” ungkap rilis dari KBRI Canberra yang diterima Tempo.

    ‎Tarian Indonesia dinilai penuh dengan pesan kemajemukan. Hal  ini mengingat Indonesia dikenal luas oleh publik Australia sebagai masyarakat yang majemuk .  Alhasil partisipasi Indonesia dalam kegiatan khusus ini dapat memperkuat pesan dan mempromosikan  akan pentingnya arti kemajemukan di Australia.

    ‎Pihak SD Kaleen mengaku terkesan dengan sendra tari Indonesia yang sebelumnya pernah dibawakan pada perayaan atau festival budaya tahunan terbesar di Kota Canberra pada Februari 2016 lalu. Dalam National Multicultural Festival (NMF) saat itu  jumlah penonton mencapai sekitar 300 ribu orang.  “Oleh karena itu, KBRI Canberra diminta untuk menampilkannya kembali di depan murid-murid SD Kaleen agar mereka lebih mengenal tentang kekayaan kesenian dan kebudayaan Indonesia,” ungkap KBRI Canberra. ‎

    ‎Usai tampil, banyak siswa-siswi dan juga orang tua murid di SD Kaleen yang berebut berfoto bersama  penari Indonesia. Kostum penari yang sangat atraktif yang ditampilkan menarik perhatian para  pengunjung.

    Monica Palmer, seorang guru di SD Kaleen, yang datang bersama anaknya Sarah Palmer yang belajar bahasa Indonesia mengatakan bahwa ‎penampilan sendra tari KBRI Canberra sangat fantastis. Dirinya sangat senang berkesempatan melihat langsung pertunjukan kesenian Indonesia.

    Menurut Iwan Freddy Hari Susanto, Minister Counsellor KBRI Canberra, penampilan sendra tari Indonesia di Kaleen Primary School ‎ini merupakan bagian dari upaya aktif KBRI Canberra untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kalangan pelajar Australia dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.

    “Antusiasme pelajar Australia untuk mempelajari Indonesia, termasuk seni budaya dan bahasa, selama ini sangat tinggi. ‎Indonesia kini bahkan menjadi negara destinasi terfavorit bagi mahasiswa Australia peserta New Colombo Plan (NCP,” kata Iwan.

    ‎Pada kesempatan itu,  KBRI Canberra juga membagikan tas berisi brosur-brosur tentang pariwisata Indonesia. Pihak KBRI juga menyediakan diri  bagi pengunjung  yang bertanya soal  budaya, masakan, destinasi wisatawan, peninggalan bersejarah hingga flora dan fauna Indonesia.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.