Agar Dicintai Rakyat, PM Thailand Serukan Tonton Drama Korea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Thailand, Prayuth Chan-ocha. Ed Wray/Getty Images

    PM Thailand, Prayuth Chan-ocha. Ed Wray/Getty Images

    TEMPO.CO, Bangkok - Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-Cha meminta rakyatnya menonton drama populer Korea Selatan yang mengisahkan perjuangan seorang tentara.

    Prayut yang merebut kekuasaan pada 2014 sering menggambarkan diri sebagai pejabat yang ditugaskan menyelamatkan Thailand setelah dilanda kekacauan politik selama beberapa tahun.

    Bahkan dia juga menciptakan dua lagu pop dan menerbitkan beberapa film pendek untuk menyebarkan pesan patriotiknya.

    Pada Kamis, 17 Maret 2016, dia mendesak rakyat Thailand menonton Descendants of the Sun, drama yang mendapat sambutan baik di Korea Selatan, Cina, Jepang, dan beberapa negara lain.

    "Silakan, tonton drama itu. Ini film baik yang menyuntikkan semangat patriotik, pengorbanan, ketaatan, dan warga yang bertanggung jawab," ucap Prayut kepada pegawai di satu badan pemerintah.

    Seperti dilansir Bangkok Post pada 17 Maret 2016, Prayut juga menuturkan akan membiayai produser film di negaranya yang berniat memproduksi film bertemakan hal serupa.

    "Jika ada pihak yang ingin memproduksi drama seperti itu di sini, saya siap membiayainya, sehingga rakyat akan menyayangi pejabat pemerintah yang tidak korupsi dan membuat penduduk negara ini saling menyayangi," katanya.

    Descendants of the Sun merupakan bagian dari apa yang disebut hallyu (gelombang Korea), yakni acara TV dan musik pop yang telah menaklukkan sebagian besar Asia dalam beberapa tahun terakhir.

    Belakangan, acara semacam itu mendapat penggemar setia di Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika Utara.

    Film Korea itu menceritakan tentang seorang kapten yang dikirim untuk misi penjaga perdamaian ke negara fiksi yang jauh. Dia berjuang bersama anak buahnya untuk menyelamatkan bunga cintanya dan penduduk lain di wilayah tersebut.

    THE NATIONAL | BANGKOK POST | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.