Rusia: Seluruh Pasukan Tinggalkan Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pesawat tempur Angkatan Udara Rusia tiba dari Suriah di pangkalan udara Buturlinovka di wilayah Voronezh, 15 Maret 2016. Rusia menarik sebagian kekuatan militernya dari Suriah. REUTERS/Russian Ministry of Defence/Olga Balashova/Reuters

    Tiga pesawat tempur Angkatan Udara Rusia tiba dari Suriah di pangkalan udara Buturlinovka di wilayah Voronezh, 15 Maret 2016. Rusia menarik sebagian kekuatan militernya dari Suriah. REUTERS/Russian Ministry of Defence/Olga Balashova/Reuters

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia akan menarik seluruh pasukannya di Suriah dalam waktu tiga hari. "Mayoritas pasukan meninggalkan Suriah pada Kamis, 17 Maret 2016," ucap Komandan Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev, dalam sebuah wawancara dengan koran Komsomolskaya Pravda, Kamis, 17 Maret 2016.

    Oposisi Suriah menyambut baik pengumuman Rusia tersebut, seraya mengatakan sebuah penarikan serius akan menjadi tekanan bagi otoritas Suriah dalam perundingan damai yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

    Menurut Menteri Luar Arab Saudi Adel al-Jubeir, penarikan pasukan Rusia dari Suriah merupakan sebuah langkah positif. Dia menambahkan, ia berharap penarikan tersebut menjadi tekanan bagi Presiden Bashar al-Assad untuk membuat konsesi.

    Intervensi militer Rusia di Suriah pada September 2015 mengubah pola perang di Suriah yang sebelumnya mulai kedodoran menghadapi pemberontak di wilayah barat Suriah. Kemenangan pemberontak tersebut berkat dukungan persenjataan militer asing, termasuk Amerika Serikat.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?