Militer AS Tak Siap Berperang dengan Empat Negara Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Angkatan Udara Militer Amerika Serikat, berdiri di depan pesawat jet tempur siluman F-22 Amerika Serikat di Osan Air Base di Pyeongtaek, Korea Selatan, 17 Februari 2016. Amerika Serikat mengerahkan empat pesawat pemburu ke pangkalan udaranya di Pyeongtaek. REUTERS

    Pasukan Angkatan Udara Militer Amerika Serikat, berdiri di depan pesawat jet tempur siluman F-22 Amerika Serikat di Osan Air Base di Pyeongtaek, Korea Selatan, 17 Februari 2016. Amerika Serikat mengerahkan empat pesawat pemburu ke pangkalan udaranya di Pyeongtaek. REUTERS

    TEMPO.COWashington - Pemimpin militer Amerika Serikat membuat pengakuan mengejutkan dengan mengatakan Amerika saat ini tidak siap berperang melawan negara-negara yang dianggap kuat di dunia.

    Mark Milley, Kepala Staf Umum Angkatan Darat Amerika, mengungkapkan ketidaksiapan itu di hadapan Dewan Komite Angkatan Bersenjata pada Kamis, 17 Maret 2016. "Saya sangat prihatin tentang kesiapan pasukan untuk menghadapi perang berkekuatan besar melawan Cina, Rusia, Iran, atau Korea Utara," katanya.

    Selain Milley, Sekretaris Angkatan Udara Deborah James mengkritik besarnya anggaran fiskal untuk militer pada 2017, dan di saat yang sama jumlah tentara terus dikurangi. James mengatakan setengah dari pasukan tempurnya tidak cukup siap untuk melawan negara seperti Rusia. 

    "Uang berguna untuk kesiapan, tapi membebaskan orang-orang kita untuk berjuang dan melakukan pelatihan adalah sama pentingnya," kata James.

    Seperti dikutip dari laman Mirror.co.uk, belanja militer Amerika telah meningkat tajam sejak serangan teror 9/11. Negara itu dipercaya memiliki anggaran militer terbesar di dunia. Terbaru, pasukan militer telah meminta anggaran sebesar US$ 148 miliar pada 2017, meningkat dari anggaran pada 2016 sebesar $ 146,9 miliar. Adapun Angkatan Darat akan mengurangi pasukan, yang akan turun ke 460 ribu tentara aktif pada 2017 dari saat ini 475 ribu personel. 

    Keprihatinan atas Rusia lebih tegas disorot oleh Jenderal Philip Breedlove, Komandan tertinggi NATO dan kepala Komando Eropa Amerika. Dia mengakui Rusia dapat menimbulkan ancaman eksistensial jangka panjang untuk Amerika.

    MIRROR.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.