Paus Fransiskus Bakal Punya Akun Instagram, Mau Selfie?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus mengenakan topi tradisional Meksiko, sombrero, di dalam pesawat, sebelum kunjungannya ke negara itu, 12 Februari 2016. Topi ini diberikan oleh salah seorang wartawan. Alessandro Di Meo/Pool Photo-AP

    Paus Fransiskus mengenakan topi tradisional Meksiko, sombrero, di dalam pesawat, sebelum kunjungannya ke negara itu, 12 Februari 2016. Topi ini diberikan oleh salah seorang wartawan. Alessandro Di Meo/Pool Photo-AP

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Fransiskus sebagai pemimpin umat Katolik dunia benar-benar memanfaatkan Internet untuk menyebarkan pesannya. Setelah memiliki akun Instagram atas nama Vatikan, Paus Fransiskus akan segera memiliki akun atas namanya sendiri.

    Akun Instagram Paus Fransiskus akan diberi nama Franciscus. Akun ini akan diluncurkan dan diumumkan pada Sabtu, 19 Maret 2016, seperti dilansir laman Engadget.com, Kamis, 17 Maret 2016.

    Baca: Begini Gereja Katolik Mengangkat Seseorang Jadi Orang Suci

    Meski telah mengumumkan nama akun dan tanggal peluncuran, tak ada informasi detail alasan di balik pembuatan akun pribadi itu. Vatikan juga tidak menjelaskan foto atau informasi yang akan disampaikan Paus Fransiskus melalui Instagram atas namanya.

    Beberapa pihak meyakini penggunaan akun Paus Fransiskus ini berbeda dengan yang dilakukan akun Vatikan.

    Baca: Uskup Spanyol Akui Bocorkan Dokumen Rahasia Vatikan

    Beberapa pertanyaan yang kemudian muncul atas niat membuat akun ini adalah apakah Paus Fransiskus akan mengisinya dengan foto-foto dirinya sendiri, foto selfie-nya, atau foto orang lain saat dia sedang melakukan kegiatan.

    MAYA NAWANGWULAN | ENGADGET

    BERITA MENARIK
    Buntut Tuding TNI Dibeli Ahok, Ratna: Sudah Kenyang Di-Bully

    Ketika Susi, Menteri Lulusan SMP, Kuliahi Mahasiswa Harvard



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.