Jokowi Ucapkan Selamat kepada Presiden Baru Myanmar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Myanmar Dari kiri: Htin Kyaw, Myint Swe, dan Henry Van Thio. Thaipbs.or.th

    Calon Presiden Myanmar Dari kiri: Htin Kyaw, Myint Swe, dan Henry Van Thio. Thaipbs.or.th

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Myanmar yang baru, Htin Kyaw. "Atas nama pemerintah Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Myanmar yang baru, Presiden Htin Kyaw," kata Jokowi seusai rapat terbatas di kantor Presiden, Rabu, 16 Maret 2016. 

    Presiden Jokowi berharap terpilihnya Presiden Myanmar yang baru ini dapat meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Myanmar pada berbagai bidang. Jokowi berharap dapat membina kerja sama yang lebih jauh pada bidang ekonomi, perdagangan, dan demokratisasi. "Kerja sama antara Indonesia dan Myanmar bisa lebih kita tingkatkan, terutama pada bidang ekonomi, perdagangan, dan demokratisasi," ujar Jokowi. 

    Presiden baru Myanmar, Htin Kyaw, adalah teman Aung San Suu Kyi sejak kecil hingga sama-sama kuliah di Yangon. Kemudian dia mendapat beasiswa untuk kuliah di Inggris. 

    Htin Kyaw menang dalam pemilihan presiden yang dilakukan parlemen. Pria yang lahir pada 20 Juli 1946 di Kungyangon, Hanthawaddy Divisi, British Burma, ini dipilih 360 anggota parlemen pada 15 Maret 2016.

    Dia adalah seorang penulis dan cendekiawan yang kemudian menjadi politikus dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang didirikan Suu Kyi. Dia adalah putra Min Thu Wun, seorang penulis dan penyair yang dihormati di Myanmar.

    Pendidikan sarjananya diperoleh di Institut Ekonomi Rangoon, dengan spesialis statistik. Kemudian dia menjadi staf pengajar pada 1968. Dia kemudian melanjutkan pendidikan komputer di Universitas London pada 1971-1972 dan School of Management di Cambridge, Massachusetts, pada 1987.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.