Korea Utara Akan Kembali Uji Coba Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un berbicera dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. Kim telah menyerukan militer harus siap untuk me-mount serangan pre-emptive terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un berbicera dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. Kim telah menyerukan militer harus siap untuk me-mount serangan pre-emptive terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Seoul - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengatakan dalam waktu dekat negaranya akan kembali menjalankan tes ledak nuklir dan peluncuran rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

    Kantor berita resmi Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong-un mengatakan demikian setelah mengawasi sendiri tes simulasi rudal balistik di atmosfer yang mengukur "stabilitas struktur termodinamika bahan tahan panas yang baru dikembangkan," demikian KCNA seperti dilansir Wall Street Journal, Selasa, 15 Maret 2016.

    "Kami menyatakan tes ledakan ledak nuklir dan tes beberapa jenis roket balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir akan dilakukan tidak lama lagi untuk meningkatkan kemampuan serangan nuklir," lapor KCNA.

    Kim Jong-un menambahkan, tes nuklir mendatang akan meningkatkan kemampuan serangan nuklir Korea Utara. Laporan dibuat ketika ketegangan memuncak di semenanjung Korea menyusul latihan militer tahunan bersama terbesar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.

    Korea Utara mengeluarkan pernyataan untuk berperang hampir setiap hari, setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi. Dewan Keamanan PBB memberlakukan resolusi baru untuk memperketat sanksi terhadap Korea Utara setelah tes nuklir Januari lalu dan peluncuran roket jarak jauh bulan lalu. Pekan lalu, Kim Jong-un mengaku para ilmuwannya telah mengembangkan hulu ledak nuklir ukuran kecil yang dapat dipasang pada rudal balistik.

    WALL STREET JOURNAL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.