Uskup Spanyol Akui Bocorkan Dokumen Rahasia Vatikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank di Vatikan. Ilustrasi.

    Bank di Vatikan. Ilustrasi.

    TEMPO.COMadrid - Seorang uskup asal Spanyol mengaku telah membocorkan dokumen rahasia Vatikan kepada wartawan karena dia merasa terintimidasi. Monsignor Angel Lucio Vallejo Balda mengatakan dia telah diperdaya oleh seorang wanita yang juga merupakan terdakwa dalam kasus yang sama, di mana keduanya telah dituduh melakukan hubungan terlarang.

    Balda, 54 tahun, mengakui perbuatannya tersebut setelah dia diperiksa selama tiga jam dengan pertanyaan berkisar tentang hubungannya dengan Francesca Chaouqui, 35 tahun, seorang konsultan humas perempuan yang telah menikah.

    Sebelum dijadikan terdakwa dalam kasus ini, keduanya adalah anggota komisi reformasi khusus yang dibentuk oleh Paus Fransiskus untuk mengusulkan langkah-langkah reformasi demi meningkatkan aliran dana dari Vatikan ke masyarakat miskin. “Ya, saya telah menyerahkan dokumen itu,” kata Balda kepada hakim di Spanyol, seperti yang dilansir BBC pada 15 Maret 2016.

    Dokumen-dokumen berisi dugaan korupsi tersebut kemudian diserahkan kepada dua jurnalis, Gianluigi Nuzzi dan Emiliano Fittipaldi. Mereka menyusun dokumen tersebut dalam dua buah buku, Avarice dan Merchants in the Temple, yang dirilis tahun lalu.

    Balda juga mengaku memberi sekitar 87 kata kunci kepada seorang penulis untuk mengakses dokumen elektronik dan akun surat elektronik di Vatikan. Balda mengatakan tindakannya adalah hasil dari kombinasi ketegangan seksual dan pemerasan oleh Chaouqui, yang mengaku sebagai seorang mata-mata dengan dinas rahasia Italia.

    Dalam kesaksiannya, Balda juga mengatakan menerima pesan ancaman dari Chaouqui dan suaminya, terutama setelah kerja komisi sudah berakhir.

    Kesaksian Balda terjadi pada sidang yang berlangsung pada Senin, 14 Maret 2016 di Spanyol terhadap lima terdakwa yang dituduh mendapat dan mengungkapkan dokumen rahasia Vatikan.

    Dua wartawan Italia diadili bersama dengan tiga mantan pejabat Vatikan, yang dituduh memberikan dokumen-dokumen tersebut.

    Kedua wartawan, Emiliano Fittipaldi dan Gianluigi Nuzzi, menulis sebuah buku yang menggambarkan Vatikan dilanda salah kelola, ketamakan, dan korupsi.

    Adapun ketiga terdakwa lain adalah Francesca Chaouqui—mantan penasihat hubungan masyarakat Vatikan—dan seorang pastor asal Spanyol, Lucio Vallejo Balda, serta asistennya, Nicola Maio.

    Kelimanya diadili di bawah undang-undang yang mengkriminalisasi bocornya dokumen. Undang-undang tersebut diperkenalkan pada tahun 2013 setelah skandal yang dikenal sebagai Vatileaks pertama. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum hingga 8 tahun penjara.

    BBC|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.