Pemilu Amerika, Penulis Kanada Jagokan Bernie Sanders  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton (kiri) dan Bernie Sanders. AP/Mic Smith

    Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton (kiri) dan Bernie Sanders. AP/Mic Smith

    TEMPO.CO, Ottawa - Penulis dan jurnalis Kanada, Naomi Klein, mengritik calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Dia justru menyuarakan dukungannya terhadap pesaing Clinton dari satu partai, Bernie Sanders.

    Dalam sebuah wawancara dengan televisi Al Jazeera untuk program UpFront yang akan ditayangkan pada Jumat malam, 18 Maret 2016, waktu setempat, Klein menyindir soal upaya Clinton dalam memerangi perubahan iklim.

    Penulis buku laris berjudul No Logo dan This Changes Everything ini mengatakan kepada host Mehdi Haasan bahwa dia sama sekali tidak percaya dengan bekas Menteri Luar Negeri Amerika itu.

    "Saya tidak mempercayainya. Sebab, sebagai Menteri Luar Negeri, saat dia memiliki kesempatan bersuara lantang tentang isu perubahan iklim, dia tidak menggunakan kesempatan itu. Ini menunjukkan dia tidak mengerti hubungan antara keselamatan manusia dan iklim," ucap Klein.

    Selain itu, Klein mengkritik hubungan Clinton dengan donatur raksasa seraya mengatakan kesepakatan Clinton dengan para penyumbang dana itu membuatnya harus bekerja keras agar terpilih menjadi presiden.

    "Saya rasa Bernie Sanders dapat memenangi pemilihan umum ini. Menurut saya, dia lebih baik daripada Hillary Clinton," ujarnya.

    Klein juga berbicara mengenai upaya mengatasi perubahan iklim di negaranya, Kanada, di bawah pemimpin baru Perdana Menteri Justin Trudeau. "Saya rasa Kanada telah melakukan sesuatu hal yang sangat penting. Namun apa yang mereka lakukan belum cukup."

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.