Presiden Putin Mendadak Tarik Pasukan Rusia dari Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vladimir Putin, presiden Rusia, mengunjungi markas besar GRU, Main Intelligence Administration di bawah Angkatan Bersenjata Rusia. SPUTNIK/ DMITRY ASTAJOV

    Vladimir Putin, presiden Rusia, mengunjungi markas besar GRU, Main Intelligence Administration di bawah Angkatan Bersenjata Rusia. SPUTNIK/ DMITRY ASTAJOV

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan telah memerintahkan pasukannya keluar dari wilayah Suriah. "Saya meminta untuk memulai penarikan sebagian besar pasukan militer dari Suriah, mulai besok," ujar Putin pada Senin, 14 Maret 2016.

    Pernyataan itu dilontarkan oleh Putin saat menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. Menurut Putin, alasan menarik pasukan karena upaya untuk melawan terorisme dan menginvasi di Suriah telah selesai.

    Putin mengatakan prajuritnya telah menunjukkan profesionalisme dan kemampuan mengatur pertempuran dari jarak jauh. Dia berencana lebih mengutamakan proses perdamaian di Suriah dengan negosiasi antarkekuatan politik. "Saya berharap, keputusan hari ini akan menjadi sinyal yang baik bagi semua pihak yang saling bertentangan."

    Dia telah memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk berpartisipasi memecahkan permasalahan di Suriah.

    Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Putin telah menelepon Presiden Suriah Bashar Al-Assad untuk memberitahukan keputusan penarikan pasukan. Putin berharap, ada solusi untuk menyelesaikan masalah konflik di Suriah.

    RUSSIAN NEWS AGENCY | REUTERS | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.