Konflik Laut Cina Selatan, Malaysia Akan Gandeng Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Mischief Reef, Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan, dilihat dari udara, 8 Januari 2016. Foto satelit ini memperlihatkan pembangunan tanggul di sisi utara dan dermaga yang telah selesai dibangun. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe

    Pulau Mischief Reef, Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan, dilihat dari udara, 8 Januari 2016. Foto satelit ini memperlihatkan pembangunan tanggul di sisi utara dan dermaga yang telah selesai dibangun. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein akan bertemu Menteri Luar Negeri Australia pekan depan untuk membahas ekspansi militer Cina di Laut Cina Selatan.

    Hishammuddin mengatakan Senin, 14 Maret 2016, pihaknya akan menanyai Cina ikhwal janji negara itu untuk tidak menempatkan peralatan militer di wilayah sengketa. Diketahui bahwa pada September lalu, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan tidak berencana menempatkan peralatan tempur di pos-pos di kepulauan Spratly.

    "Jika laporan yang kami terima dari berbagai sumber mengenai penumpukan dan penempatan aset militer di Spratly benar - ini memaksa kami melawan Cina," kata Hishammuddin, seperti dikutip dari laman Reuters.

    Hishammuddin juga memastikan akan bertemu Vietnam dan Filipina jika laporan ekspansi militer Cina di Laut Cina Selatan benar terjadi. "Malaysia tidak bisa bertindak sendiri dalam menghentikan tindakan agresif. Kami membutuhkan dukungan dari negara-negara ASEAN lain, dan saya akan terus (mencari dukungan)," kata Hishammuddin.  "Penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan, dan untuk mengekang tindakan negara adidaya, apakah itu Cina atau Amerika Serikat."

    Cina mengklaim sebagian besar wilayah di Laut Cina Selatan. Kawasan ini  telah dikenal sebagai salah satu rute perdagangan paling sibuk dan menguntungkan di dunia.

    Baru-baru ini, Cina dikabarkan akan segera membuka penerbangan sipil ke kawasan itu. Cina juga sedang memperluas pembangunan infrastruktur di sejumlah pulau dan karang yang berada di kawasan yang saat ini diperebutkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

    MECHOS DE LAROCHA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.