Al-Qaeda Mengaku Serang Pantai Gading, 16 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah beberapa tentara di markas militer Akouedo, Abidjan Pantai Gading yang diserang pria bersenjata, Senin (6/8). REUTERS/Thierry Gouegnon

    Jenazah beberapa tentara di markas militer Akouedo, Abidjan Pantai Gading yang diserang pria bersenjata, Senin (6/8). REUTERS/Thierry Gouegnon

    TEMPO.CO, Abidjan - Al-Qaeda cabang Afrika Utara mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dilancarkan oleh enam pria bersenjata terhadap warga sipil di resor Pantai Gading mengakibatkan 16 orang tewas.

    Sejumlah mayat tampak bergelimpangan di tepi pantai dalam kondisi berceceran darah. Beberapa saksi mata menerangkan, serangan pada Ahad petang, 13 Maret 2016, waktu setempat, itu sangat mengerikan. "Mereka memuntahkan timah panas ke segala arah."

    Dalam insiden berdarah tersebut, 14 warga sipil dan dua tentara dilaporkan tewas seketika sebelum pelaku sebanyak enam orang ditembak mati oleh pasukan keamanan di resor Grand Bassam.

    Serangan yang berlangsung pada Ahad petang, 13 Maret 2016, itu targetnya adalah tiga hotel di sebelah timur laut kota yang berlokasi sekitar 40 kilometer timur ibu kota ekonomi negara, Abidjan.  

    Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, tiba di Grand Bassam beberapa jam setelah aksi penembakan itu berlangsung. "Saya hadir di sini untuk mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban pembunuhan dan tentu saja saya bangga pada pasukan keamanan kita yang cepat bereaksi," ucap Ouattara di luar Etoil du Sud, salah satu hotel yang menjadi sasaran serangan.

    "Jika tak cepat bertindak, korban kemungkinan bakal bertambah banyak," tuturnya.

    Menurut kelompok intelijen SITE, al-Qaeda di Afrika Utara bertangggung jawab atas serangan di Pantai Gading ini.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?