Rakyat Bhutan Tanam 108 Ribu Pohon Syukuri Anak Raja Lahir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja dan Ratu Bhutan, Raja Jigme dan Ratu Jetsun memperlihatkan penampilan putra mereka kepada publik. Facebook.com/His Majesty King Jigme Khesar Namgyel Wangchuck

    Raja dan Ratu Bhutan, Raja Jigme dan Ratu Jetsun memperlihatkan penampilan putra mereka kepada publik. Facebook.com/His Majesty King Jigme Khesar Namgyel Wangchuck

    TEMPO.CO, Thimpu - Puluhan ribu warga Bhutan merayakan sebulan kelahiran anak pertama dari Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema.  

    Kemeriahan menyambut pangeran baru di kerajaan mungil yang bertengger di satu puncak pegunungan Himalaya. Bukan pesta mewah, tapi mereka beramai-ramai menanam 108 ribu pohon sebagai ucapan syukur atas kelahiran sang pangeran tanggal 5 Februari 2016.

    Jumlah 108 ribu pohon itu merupakan simbol Buddha. Menurut koordinator penanaman ribuan pohon, Tenzin Lekphell, angka 108 dipercaya sebagai angka suci yang menunjukkan pembersihan dari 108 kotoran batin yang menghambat makhluk hidup mencapai pencerahan.

    "Dalam ajaran Buddha, pohon adalah penyedia dan pemelihara dari semua bentuk kehidupan, yang melambangkan umur panjang, kesehatan, kecantikan dan bahkan kasih sayang," kata Lekphell seperti dikutip dari The Diplomat, 11 Maret 2016.

    Seluruh penduduk Bhutan, 82 ribu rumah tangga, menanam pohon. Sementara  26 ribu rumah tangga lainnya menanam pohon khusus secara sukarela di 14 kecamatan.

    "Setiap anak pohon merangkum doa dan keinginan dari orang yang menanamnya kepada Yang Mulia Pangeran sehingga sebagaimana pohon tumbuh subur, Pangeran juga tumbuh sehat, kuat, bijaksana dan penuh kasih," kata Lekphell.

    Juni lalu, tim 100 relawan di Bhutan mencatat rekor di Guinness Book of Record dengan menanam 49.672 pohon hanya dalam satu jam di daerah pegunungan.

    Bhutan adalah negara monarki demokrat yang  rakyatnya begitu mencintai dan menghormati Raja dan keluarganya.Kembang api menerangi langit di atas ibukota Thimphu selama pernikahan pasangan itu pada Oktober 2011. Pernikahan dirancang sederhana, tetapi orang-orang - baik Budha, Hindu dan Kristen - membuatnya meriah dengan menyalakan lampu dan kembang api.

    Sebagai negara mayoritas Buddha, kerajaan tidak pernah mengalami insiden kekerasan atau serangan teroris. Negara juga tidak pernah dijajah, dan sangat berakar pada tradisi.

    Dalam mencapai keseimbangan pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan rakyatnya, Bhutan memberlakukan kebijakan unik, yakni Gross National Happines.  

    THE DIPLOMAT | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.