Grafiti Raksasa Bocah Pengungsi Suriah untuk Ingatkan Jerman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mural karya Aylan Kurdi, warga Suriah di Frankfurt, Jerman yang menyoroti nasib pengungsi Suriah. Foto: dw.com

    Mural karya Aylan Kurdi, warga Suriah di Frankfurt, Jerman yang menyoroti nasib pengungsi Suriah. Foto: dw.com

    TEMPO.CO, Frankfurt- Grafiti raksasa Aylan Kurdi, anak dua tahun warga Suriah yang jasadnya ditemukan di pantai barat daya Turki pada September 2015, menutupi tembok yang berhadapan dengan sungai Main, Frankfurt, Jerman.

    Para seniman yang membuat grafiti bocah pengungsi Suriah itu berharap  warga Jerman terketuk hatinya untuk memikirkan kembali kekhawatiran dan penolakan mereka terhadap pengungsi.

    Baca juga:10 Ribu Anak Pengungsi Hilang di Eropa 

    Seperti dilansir dari laman DW.com, ribuan pengguna komuter dapat melihat grafiti bocah Aylan Kurdi berukuran 120 meter persegi. Bocah itu  tewas tenggelam saat dibawa lari oleh orang tuanya keluar Suriah untuk mengungsi ke Eropa. Petugas pantai Turki menemukan jasadnya di bibir pantai. Peristiwa kematian bocah ini mengundang simpati dunia. 

    "Kami sangat sedih tentang nasib anak-anak yang menderita, dan kami marah," kata Justus Becker, seniman grafiti  yang menggambar grafiti itu bersama seniman lainnya, Bobby Borderline. "Kami ingin bekerja dengan isu-isu yang dihadapi masyarakat kita."

    Baca juga: Kapal Amfibi Inggris Hadang Pengungsi Suriah

    Butuh 50 liter cat tembok dan 80 kaleng cat semprot untuk membuat grafiti tentang bocah malang itu. "Kami berharap orang-orang dengan penuh emosi memikirkan kembali kekhawatiran egois mereka tentang pengungsi yang datang ke Jerman," kata Becker. "Gambar ini adalah peringatan mewakili semua anak meninggal yang melarikan diri dari perang ke Eropa. Pedulilah pada hidup mereka."

    Menurut Badan PBB untuk masalah pengungsi (UNHCR), lebih dari 131.000 imigran dan pengungsi telah mencapai Eropa dari Timur Tengah tahun ini. Sekitar 122.637 orang telah mendarat di Yunani. Mereka  sebagian besar mengungsi dari perang di Suriah.

    Sejumlah negara Eropa memblokir rute untuk membendung arus imigran. Bersamaan itu, Kanselir Jerman Angela Merkel berjuang untuk meyakinkan negara-negara Eropa agar menerima pengungsi memasuki wilayah dengan cara berbagi beban kolektif. Tapi tekanan pada Merkel juga meningkat di dalam negeri.

    DW.COM | REUTERS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.