Dianggap Menghasut, Israel Serang Stasiun TV Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Israel memeriksa mobil warga Palestina di pos pemeriksaan Ramallah, West Bank, 31 Januari 2016. Sukkari ditembak mati pasukan Israel setelah melepaskan tembakan kearah pos pemeriksaan yang melukai tiga orang. AP/Nasser Shiyoukhi

    Petugas Israel memeriksa mobil warga Palestina di pos pemeriksaan Ramallah, West Bank, 31 Januari 2016. Sukkari ditembak mati pasukan Israel setelah melepaskan tembakan kearah pos pemeriksaan yang melukai tiga orang. AP/Nasser Shiyoukhi

    TEMPO.CO, Ramallah -Pasukan Israel telah menyerang stasiun TV milik kelompok militan Islam Palestina di Tepi Barat. Polisi mengatakan serangan yang berlangsung di Ramallah terjadi  sebagai bagian dari aksi kekerasan berbulan-bulan yang menurut Israel dipicu oleh hasutan media Palestina.

    Juru bicara polisi Luba Samri mengatakan Jumat, 11 Maret 2016, kepala stasiun TV al-Youm ditahan dalam serangan itu. Kepala stasiun berusia 34 tahun itu pernah dipenjara di masa lalu setelah terbukti terlibat dalam kegiatan kelompok militan Islam. Selain penangkapan atas dirinya, dua anggota staf juga ikut ditangkap dan peralatan mereka disita.

    Stasiun televisi al-Youm yang juga menerbitkan materi pemberitaan di situs media sosial, kerap mendorong Palestina untuk menyerang Israel, menurut Samri sebagaimana dikutip dari laman Belfast Telegraph.

    Samri mengatakan menutup stasiun itu adalah bagian dari upaya menghentikan hasutan untuk melakukan kekerasan. Israel telah lama menunjuk media Palestina dan situs jejaring sosial sebagai faktor utama pertumpahan darah.

    Serangan terjadi di saat Israel tengah berjuang mengatasi serangan warga Palestina yang berlangsung hampir setiap hari, terhadap warga sipil dan pasukan keamanan. Serangan ini menewaskan sedikitnya 28 warga Israel dan dua warga Amerika sejak September lalu. Israel telah membunuh 179 warga Palestina. Mayoritas adalah para penyerang sedangkan sisanya tewas dalam bentrokan.

    Warga Palestina mengatakan serangan ke Israel berasal dari kemarahan atas perlakukan sewenang-wenang selama hampir lima dekade pemerintahan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem timur. Mereka frustrasi karena tidak mencapai kemerdekaan.

    BELFAST TELEGRAPH | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.