Korea Utara Klaim Punya Senjata Nuklir Mini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rudal Korea Utara bernama Taepodong saat diarak dalam defile militer di Pyongyang. Diduga ini merupakan rudal jarak jauh balistik yang diandalkan Korea Utara. REUTERS/Jason Lee

    Sebuah rudal Korea Utara bernama Taepodong saat diarak dalam defile militer di Pyongyang. Diduga ini merupakan rudal jarak jauh balistik yang diandalkan Korea Utara. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Seoul - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengklaim memiliki senjata nuklir dalam ukuran mini yang ditanamkan di beberapa hulu ledak rudal balistik. Ia juga telah memerintahkan peningkatan daya dan ketepatan senjata.

    Kim, seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 9 Maret 2016, memerintahkan militernya untuk mempersiapkan serangan terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. Senjata nuklir itu sudah siap untuk digunakan.

    "Hulu ledak nuklir telah distandardisasi agar sesuai dengan rudal balistik dengan cara membuatnya dalam bentuk mini," kata KCNA, mengutip pernyataan Kim saat melakukan inspeksi ke tempat kerja para ahli nuklir.

    Baca juga: Iran Uji Coba Rudal, AS Siap Berikan Sanksi

    Pernyataan Kim ini merespons penjatuhan sanksi oleh PBB dan sanksi yang dijatuhkan beberapa negara, setelah Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir dan peluncuran roket-roketnya.

    Selain itu, pernyataan Kim ini untuk merespons rencana latihan militer bersama pasukan militer Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam skala besar pekan ini.

    Sebelumnya, Korea Utara memprotes latihan militer Amerika Serikat dan Korea Selatan dan mengancam akan memberikan respons dengan segala cara.

    Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menelepon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry untuk menjelaskan situasi yang sudah sangat panas di Semenanjung Korea. Sehingga ia meminta semua pihak bersikap tenang dan menahan diri.

    REUTERS | KCNA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.