Penguin Ini Tempuh Jarak 8.000 Km Temui Pria Penolongnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan asal Rio de Janeiro, Joao Pereira de Souza bersama penguin yang pernah ia selamatkan pada 2011 lalu dan selalu mengunjunginya setiap tahun meski harus menempuh jarak lebih dari 8.000 km. dailymail.co.uk/TV Globo

    Nelayan asal Rio de Janeiro, Joao Pereira de Souza bersama penguin yang pernah ia selamatkan pada 2011 lalu dan selalu mengunjunginya setiap tahun meski harus menempuh jarak lebih dari 8.000 km. dailymail.co.uk/TV Globo

    TEMPO.COBrasil - Kisah ini tentang persahabatan antara seorang pria Brasil dan seekor penguin yang menjadi inspirasi sebuah film Disney.

    Dikutip dari laman Digitalspy.com, Rabu, 9 Maret 2016, nelayan Joao Pereira de Souza mengisahkan bagaimana seekor penguin Magellanic Amerika Selatan berenang sejauh 8.000 kilometer lebih setiap tahun untuk mengunjunginya.

    Semua berawal saat Joao menyelamatkan hidup penguin ini lima tahun lalu. Dia menemukan hewan lucu ini terjebak di genangan minyak.

    Alih-alih meninggalkan hewan mati, pria itu membawanya untuk merawat dan memberinya makan berupa ikan. Dia menamai penguin itu Dindim.

    Setelah seminggu mendapat perawatan, penguin yang dia selamatkan itu menolak kembali ke habitat. "Dia tinggal bersama saya selama 11 bulan. Setelah menumbuhkan bulu baru, ia menghilang," kata Joao. Namun Dindim kembali beberapa bulan kemudian.

    "Semua orang mengatakan ia tidak akan kembali, tapi ia kembali untuk mengunjungi saya selama empat tahun terakhir," katanya. "Dia tiba Juni dan kembali ke rumahnya di bulan Februari, setiap tahun."

    Hewan itu pun tampak semakin akrab dan bahagia melihat penolongnya. "Saya mencintai penguin itu seperti anak saya sendiri. Dan saya yakin penguin itu mencintai saya."

    DIGITALSPY.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.