Ancam Donald Trump, Siswa Asal Mesir Ini Dideportasi dari AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto rambut Donald Trump tertiup angin saat mengunjungi sebuah lapangan golf di Skotlandia. Telegraph.co.uk

    Foto rambut Donald Trump tertiup angin saat mengunjungi sebuah lapangan golf di Skotlandia. Telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Emadeldin Elsayed, siswa penerbang asal Mesir  menyatakan setuju untuk meninggalkan Amerika Serikat setelah mengeluarkan untuk membunuh Donald Trump lewat tulisan di laman Facebooknya.

    "Saya benar-benar tidak keberatan dihukum penjara seumur hidup karena membunuh orang ini, saya benar-benar akan melakukan kebaikan itu pada seluruh dunia,"  kata  Elsayed lewat tulisannya yang dibenarkan pengacaranya, Hani Bushra.

    Donald Trump adalah kandidat presiden Amerika Serikat dari partai Republik yang pernyataannya selama kampanye dikritik karena anti-Muslim, anti-imigran, dan rasis.

    Petugas keamanan rahasia AS mewawancarai pemuda 23 tahun pada awal Februari. Mereka tidak mendakwanya melakukan kejahatan, tetapi visa pemuda untuk mengikuti sekolah penerbangan dicabut.

    Setelah itu Elsayed ditahan pihak imigrasi dan dideportasi ke Mesir pada 5 Juli 2016.
    "Dia ditahan, saya pikir, terutama karena dia seorang Muslim dan dia adalah orang Timur Tengah," kata Bushra.

    El Sayed mengatakan ia tidak pernah bermaksud menyakiti siapa pun dan menulis postingan karena komentar Trump tentang Muslim.

    Donald Trump sebelumnya menyebut akan menutup pintu rapat-rapat terhadap Muslim yang hendak memasuki AS.

    INDEPENDENT.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.