Inilah Maha Abu Susheh, Konsul Kehormatan RI di Ramalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Palestina, Maha Abu Shushe, yang ditunjuk pemerintah RI sebagai Konsul Kehormatan di Ramallah, Palestina, Senin, 7 Maret 2016. (alsafeernews.com)

    Pengusaha Palestina, Maha Abu Shushe, yang ditunjuk pemerintah RI sebagai Konsul Kehormatan di Ramallah, Palestina, Senin, 7 Maret 2016. (alsafeernews.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Siti Sofia Sudarma mengatakan Indonesia memilih Maha Abu Susheh sebagai konsul kehormatan Indonesia di Ramalah, Palestina karena sosoknya yang berpengaruh.

    “Dia adalah pengusaha yang cukup terkemuka, berpengaruh, dan punya perhatian kepada Indonesia,” kata Sofia saat dihubungi Tempo, Senin, 7 Maret 2016. Ia mengatakan Abu Shushe dipilih oleh Kementerian Luar Negeri dengan persetujuan Presiden Joko Widodo.

    “Dia (Abu Shuseh) sosok berpengaruh dan cukup disegani,” ujarnya. Presiden Joko Widodo mengumumkan sosok yang akan menjadi konsul kehormatan Indonesia di Ramallah, Palestina. Dia adalah Maha Abu Susheh, perempuan berusia 55 tahun. Pengumuman ini disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Kelima Organisasi Kerja Sama Islam tentang Palestina dan Al-Quds Al-Shariff.

    “Perkenankan, Indonesia telah menunjuk Maha Abu Shusheh selaku Konsul Kehormatan RI untuk Palestina,” kata Jokowi dalam sambutannya di Jakarta Convention Center, Senin, 7 Maret 2016.

    Maha Abu Shusheh dikenal di Palestina sebagai Ketua Bisnis Forum Wanita Palestina. Abu Shusheh menjabat sebagai manajer di perusahaan kontraktor milik keluargnya Abu-Shusheh Contracting Co. sejak 1988. Dia juga terjun ke bisnis keluarganya yang bermain sebagai agen tunggal mobil pabrikan Prancis Peugeot di Palestina.

    Abu Shusheh pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Riwaq (Asosiasi Pelestarian Warisan Arisitektur Palestina). Ia juga menduduki kursi dewan pengiriman barang Palestina.

    Ia tercatat sebagai anggota Pusat Perdagangan Palestina (Paltrade), Asosiasi Pebisnis Palestina, Pusat Budaya Khalil Al-Sakakini, Dewan Pembina Universitas Al Quds dan anggota Konservasi Musik Nasional Palestina.

    Berkat perjalanan karirnya tersebut, berdasarkan artikel di situs Theglobeandmail.com tahun 2006, Abu Shusheh masuk 50 besar orang yang berpengaruh di Arab berdasarkan Forbes Arabia. Ia adalah wanita satu-satunya dari Tepi Barat dan Gaza yang masuk daftar tersebut.
    REZKI ALVIONITASARI | AHMAD FAIZ | PSC | THE GLOBE AND MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.