Amerika Bangun Pangkalan Udara di Kurdi-Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah militan ISIS yang tewas setelah penyerangan di pos pejuang Kurdi di Ain Issa, Suriah. Ain Issa telah menjadi target bagi pasukan sudah terlibat dalam serangan udara di negara=negara tersebut. dailymail.co.uk

    Sejumlah militan ISIS yang tewas setelah penyerangan di pos pejuang Kurdi di Ain Issa, Suriah. Ain Issa telah menjadi target bagi pasukan sudah terlibat dalam serangan udara di negara=negara tersebut. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat dalam waktu dekat membangun pangkalan udara di wilayah Kurdi di utara Suriah. "Selain membangun pangkalan militer, AS juga menyiapkan lapangan terbang untuk sipil," tulis website Kurdi pada Minggu, 6 Maret 2016.

    Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, meskipun demikian, AS tidak akan mengendalikan lapangan terbang di Suriah tersebut.

    Erbil -berdasarkan situs berita BasNews mengutip keterangan sumber militer di Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF)- mengatakan, hampir seluruh pekerjaan untuk landasan di kota minyak Rmeilan di Hasaka rampung sementara pangkalan udara di tenggara Kobani, dekat perbatasan dengan Turki masih dalam proses pembangunan.

    "Para ahli dan teknisi AS terlibat dalam pembangunan fasilitas ini," ujar seorang sumber di AS yang tak mau disebutkan namanya. Beberapa pejabat Kurdi-Suriah baru-baru ini mengatakan, landasan pacu Rmeilan digunakan oleh helikopter militer untuk pengiriman logistik.

    AS mengirimkan puluhan pasukan khusus ke utara Suriah tahun lalu sebaagai penasihat militer terhadap pemberontak guna melawan ISIS. Mereka juga menurunkan suplai amunisi kepada pemberontak di daerah tersebut.

    Juru bicara CENTCOM membantah kabar yang menyebutkan bahwa pasukan AS berada di setiap lapangan terbang di Suriah. "Kabar tersebut tidak benar," ucapnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.