Gencatan Senjata Suriah Terancam, 9 Warga Sipil Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejuang pemberontak dari brigade Al-Furqan berjaga-jaga di titik penjagaan  di desa Aziziyah, southland Aleppo pedesaan, Suriah, 5 Maret 2016. REUTERS/Khalil Ashawi

    Pejuang pemberontak dari brigade Al-Furqan berjaga-jaga di titik penjagaan di desa Aziziyah, southland Aleppo pedesaan, Suriah, 5 Maret 2016. REUTERS/Khalil Ashawi

    TEMPO.COAleppo - Sedikitnya sembilan warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah mortir dan roket menghantam kawasan berpenduduk sebagian Kurdi di utara Aleppo. Hal itu disampaikan kelompok Kurdi-Suriah, seperti ditulis Aljazeera, Minggu, 6 Maret 2016. 

    Kantor berita milik pemerintah, SANA, mengatakan serangan pada Minggu, 6 Maret 2016, yang melukai sedikitnya 40 orang itu terjadi di Sheikh Maqsoud. "Kawasan ini menjadi sasaran tembakan senjata berat," tulis SANA.

    Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), kelompok pemantau hak asasi yang berbasis di London, mengatakan lebih dari 70 roket dan mortir ditembakkan beberapa kelompok bersenjata, termasuk Front al-Nusra.

    "Sedikitnya, 135 orang tewas sejak Amerika Serikat dan Rusia mendukung gencatan senjata yang dimulai pekan lalu," tulis Aljazeera. Front al-Nusra dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah kelompok di luar yang menandatangani gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan pemberontak.

    Gencatan senjata membawa dampak bagus dan tingkat kekerasan di medan perang turun tajam, meskipun pemerintah dan pemberontak saling tuding soal perbuatan pelanggaran.

    ALJAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?