Istri Ronald Reagan Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nancy Reagan (kanan) bersalaman dengan Mitt Romney

    Nancy Reagan (kanan) bersalaman dengan Mitt Romney

    TEMPO.COJakarta - Nancy Reagan, istri Presiden Amerika Serikat ke-40 Ronald Reagan, meninggal pada Senin dinihari, 7 Maret 2016. Menurut kantor berita Fox News, Nancy yang kini berusia 94 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya akibat mengalami gagal jantung.

    Juru bicara di tempat Nancy bekerja mengatakan Nancy meninggal di rumahnya, Los Angeles, Amerika Serikat. Rencananya, Nancy akan dimakamkan di sebelah makam Reagan yang terletak di Ronald Reagan Presidential Library, Lembah Simi, California.

    Juru bicara tersebut juga berujar, sebelum dimakamkan, masyarakat akan diizinkan untuk memberi penghormatan terakhir kepada Nancy di perpustakaan tersebut. Hingga kini, detail pemakaman Nancy belum diumumkan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Nancy yang tubuhnya semakin lemah, memang kerap terjatuh. Pada Mei 2012, Nancy mengalami patah di beberapa tulang rusuknya akibat terjatuh di rumahnya.

    Nancy Davis Reagan lahir di New York pada 6 Juli 1921 dengan nama Anne Frances Robbins. Ayahnya, Kenneth Seymour Robbins, adalah seorang sales mobil dan ibunya, Edith P. Luckett, adalah seorang aktris. Sejak kecil, dia telah dipanggil dengan nama Nancy.

    Kedua orang tua Nancy bercerai saat ia masih muda. Ibunya pun menikah kembali dengan ahli bedah saraf, Loyal Davis, yang kemudian mengadopsinya. Dia pun bersekolah di sebuah sekolah swasta di Chicago, kemudian melanjutkan ke Smith College dan mengambil jurusan drama.

    Nancy Davis memulai kariernya sebagai aktris panggung, film, dan televisi. Pada 1951, ia bertemu dengan Reagan. Keduanya pun memutuskan menikah pada 4 Maret 1952 dan memiliki dua anak, Patricia dan Ron.

    FOX NEWS | ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.