Hasil Super Saturday, Ted Cruz Buntuti Ketat Donald Trump  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump (kiri) dan Ted Cruz. AP/Rainier Ehrhardt

    Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump (kiri) dan Ted Cruz. AP/Rainier Ehrhardt

    TEMPO.CO, Jakarta - Senator asal Texas, Ted Cruz, menempel ketat pengusaha Donald Trump dalam perolehan suara delegasi Partai Republik. Cruz menang di dua dari empat negara bagian dalam pemilihan pendahuluan calon Presiden Amerika Serikat pada Sabtu, 5 Maret 2016.

    Dua wilayah itu adalah Kansas dan Maine. Cruz menyabet 24 suara delegasi di Texas dan 12 di Maine. Di dua negara bagian itu, Trump masing-masing meraup 9 suara delegasi.

    Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Super Tuesday 

    Trump sendiri menang di Lousiana dengan mengantongi 13 suara delegasi, disusul Cruz dengan sebelas suara delegasi. Keduanya imbang dalam pemilihan di Kentucky dengan perolehan suara delegasi masing-masing 13 suara.

    Dalam pemilihan serentak di empat negara bagian yang disebut "Super Saturday" itu, total, Cruz mendapatkan 60 suara delegasi. Sedangkan Trump memperoleh 44 suara delegasi.

    Baca juga: Menang Super Tuesday, Trump: Percayalah, Saya Pemersatu 

    Dua kandidat lain, Marco Rubio dan John Kasich, membuntuti mereka di empat negara bagian itu. Rubio memperoleh enam suara delegasi di Kansas dan Kentucky serta nol suara di Lousiana dan Maine. Sedangkan Kasich memperoleh 1 suara di Kansas, 5 suara di Kentucky, 0 suara di Lousiana, dan 2 suara di Maine.

    Dengan hasil tersebut, hingga kini Trump sudah mengumpulkan 373 suara delegasi, disusul Cruz (291), Rubio (122), dan Kasich (33). Untuk mengikuti konvensi, calon mesti mengumpulkan sekurang-kurangnya 1.237 dari 2.472 suara delegasi di semua negara bagian.

    Pemilihan pendahuluan berlangsung hingga Juni mendatang.

    TONS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.