Denmark Tingkatkan Aksi Militer Melawan ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat jet Panavia Tornado mengudara di pangkalan udara Bundeswehr di dekat perbatasan Jerman-Denmark, 4 Desember 2015. Tornado yang memiliki kemampuan terbang NOE  (Nap on Earth) atau mengikuti kontur bumi sehingga membuatnya sangat cocok dikerahkan untuk memerangi ISIS yang berada di darat. REUTERS

    Pesawat jet Panavia Tornado mengudara di pangkalan udara Bundeswehr di dekat perbatasan Jerman-Denmark, 4 Desember 2015. Tornado yang memiliki kemampuan terbang NOE (Nap on Earth) atau mengikuti kontur bumi sehingga membuatnya sangat cocok dikerahkan untuk memerangi ISIS yang berada di darat. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Denmark akan meningkatkan gempuran militer melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). "Serangan militer terhadap posisi ISIS di Irak dan Suriah, termasuk gempuran udara," kata Perdana Menteri Denmark, seperti dilaporkan Al Arabiya, Jumat, 4 Maret 2016.

    Dia melanjutkan, "Sebanyak 400 personel militer kemungkinan turut ambil bagian dalam operasi ini."

    Pernyataan pemerintah Denmark itu datang setelah para politikus dari sejumlah partai oposisi utama bersuara mendukung pertemuan lintas partai, termasuk membicarakan masalah pertahanan dan luar negeri.

    Denmark akan mengirimkan 400 personel militer, terdiri atas pilot jet tempur, angkatan darat, dan staf pendukung lainnya. Seluruh kekuatan militer itu akan bergabung bersama pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

    Denmark sebelumnya mengirimkan tujuh pesawat perang F-16 pada 2014 bersama Amerika, selaku pemimpin koalisi, untuk memerangi ISIS di Irak. Namun pesawat itu ditarik kembali untuk pemeliharaan tahun lalu. Semua mesin pembunuh itu diharapkan kembali ke pangkalan di Irak pada bulan mendatang.

    "Pengiriman jet tempur Denmark untuk perang di Suriah itu menyusul serangkaian serangan mematikan di Paris pada 13 November 2015 yang menewaskan 130 orang," kata Menteri Luar Negeri Kristian Jensen.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.