Puing Boeing 777 Ditemukan di Mozambik, Diduga Milik MH370  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 menuliskan pesan pada kain saat memperingati satu tahun hilangnya pesawat tersebut di Square Publika, Kuala Lumpur, Malaysia, 8 Maret 2015. Anthony Kwan/Getty Images

    Keluarga korban penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 menuliskan pesan pada kain saat memperingati satu tahun hilangnya pesawat tersebut di Square Publika, Kuala Lumpur, Malaysia, 8 Maret 2015. Anthony Kwan/Getty Images

    TEMPO.COMaputo - Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dua tahun lalu mulai menemukan titik terang setelah ditemukan puing pesawat jenis Boeing 777 di pantai perairan Mozambik akhir pekan ini.

    Menurut pejabat Aviasi Mozambik, seperti dikutip dari abcnews.go.com, 2 Maret 2016, seorang warga Amerika Serikat bernama Blaine Gibson sedang berjalan-jalan di pantai Mozambik pekan lalu. Ia menemukan puing pesawat tergeletak. 

    Baca juga: Petinggi Facebook Ditangkap karena Tolak Buka Data WhatsApp

    Gibson kemudian melaporkan temuannya itu ke pejabat Mozambik. Puing pesawat saat ini disimpan di Instittuto de Aviacao Civil de Mocambique di Maputo, ibu kota Mozambik. 

    Menanggapi temuan puing pesawat, Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan kemungkinan besar puing itu dari jenis pesawat Boeing 777. 

    Baca juga: Dokumen al-Qaeda, Osama bin Laden: Negara Islam Akan Hancur

    Namun Liow Tiong Lai menegaskan agar semua orang menjauh dari spekulasi. "Saya tekankan kepada setiap orang untuk menghindari spekulasi karena saat ini kami belum bisa menyimpulkan bahwa puing itu merupakan puing pesawat MH370."

    Menurut catatan abcbews.go.com, tidak ada pesawat jenis Boeing 777 yang hilang hingga saat ini. 

    Hampir dua tahun pencarian MH370 dilakukan, tapi belum membuahkan hasil. Pesawat MH370 hilang dari radar ketika baru saja lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing, Cina pada 8 Maret 2014. Pesawat membawa 239 penumpang termasuk awak pesawat. 

    ABC NEWS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.