Pimpinan Tinggi Konservatif Iran Kehilangan Kursi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Iran memasukan surat suara dalam pemilihan parlemen negara dan Majelis Ahli di Tehran, 26 Februari 2016. Jajak pendapat ini adalah yang pertama sejak Iran dan dunia menyetujui kesepakatan atas program nuklirnya. REUTERS/Raheb Homavandi

    Seorang perempuan Iran memasukan surat suara dalam pemilihan parlemen negara dan Majelis Ahli di Tehran, 26 Februari 2016. Jajak pendapat ini adalah yang pertama sejak Iran dan dunia menyetujui kesepakatan atas program nuklirnya. REUTERS/Raheb Homavandi

    TEMPO.CO, Teheran - Dua Ayatullah garis keras, Mohammad Yazdi dan Mohammad Taghi-Yazdi, kehilangan kursi di Dewan Ulama menyusul pemilihan umum parlemen dan Dewan Ulama di Iran, Jumat, 26 Februari 2016. 

    Kekalahan itu sekaligus menjadi buah kemenangan bagi kaum reformis pendukung presiden moderat Hassan Rouhani yang melakukan perlawanan terhadap keduanya. Dengan demikian, posisi Mesbah-Yazdi di Dewan Ahli bakal tergusur oleh kaum reformis.

    Namun, untuk tokoh konservatif ketiga, Ahmad Jannati—yang menjadi target serangan koalisi pro-Rouhani—masih bertahan di Dewan. "Mereka itu bertugas mengawasi kinerja Ayatullah Ali Khamenei," demikian disampaikan televisi pemerintah.

    Jannati, yang duduk di kursi Dewan Pengawal dari barisan konservatif, harus mengakui hasil pemilihan umum Jumat pekan lalu yang memilih anggota parlemen dan Dewan. Verifikasi hasil pencoblosan belum bisa diketahui dalam beberapa hari terakhir ini.

    Pemilihan terhadap 88 anggota Dewan Ahli dianggap sangat penting karena lembaga ini bertugas menyiapkan pengganti Khamenei jika meninggal atau berhalangan tetap. Rouhani menempati posisi ketiga dalam pemilihan Dewan di Teheran. Sedangkan sekutu dekatnya, mantan Presiden Ayatullah Akbar Hashemi Rafsanjani, pada posisi pertama.  

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN

        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.