Somalia Diserang: 12 Orang Tewas, Al-Shabab Mengaku Dalang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi di depan hotel Sahafi saat serangan bersenjata dan bom bunuh diri di Mogadishu, Somalia, 1 November 2015. Serangan ini diduga dilakukan oleh gerilyawan al Shabaab. REUTERS/Feisal Omar

    Situasi di depan hotel Sahafi saat serangan bersenjata dan bom bunuh diri di Mogadishu, Somalia, 1 November 2015. Serangan ini diduga dilakukan oleh gerilyawan al Shabaab. REUTERS/Feisal Omar

    TEMPO.COMogadishu - Setidaknya 12 orang tewas akibat ledakan dan baku tembak yang terjadi di hotel dekat Peace Garden, taman kota Mogadishu, Somalia. Polisi mengatakan serangan ini diklaim dilakukan oleh kelompok militan Al-Shabab.

    Dua ledakan keras terjadi di dekat Hotel SYL dan Peace Garden, yang diikuti desingan peluru dari senjata otomatis selama kurang-lebih satu jam. Hotel dan taman tersebut dekat dengan kompleks Istana Presiden dan kantor Perdana Menteri.

    "Salah satu ledakan terjadi di dekat Peace Garden dan dekat Hotel SYL," kata pejabat kepolisian, Ibrahim Mohamed, seperti dilansir AFP, Sabtu, 27 Februari 2016. Ia mengaku melihat 12 orang tewas, tapi jumlah ini dapat saja bertambah. Sumber di rumah sakit menyatakan setidaknya 25 orang luka serius.

    Serangan ini adalah yang kedua dalam setahun untuk menargetkan SYL Hotel. Sebelumnya, bom bunuh diri meledak di sana dan menewaskan lima orang. Penduduk Mogadishu sendiri sering berkumpul di Peace Garden, terutama pada Jumat, karena banyak anak bermain.

    Dalam sebuah pernyataan singkat pada akun Instagram, Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. "Anggota mujahidin telah melakukan serangan terhadap SYL, dekat Istana Presiden. Serangan dimulai dengan bom bunuh diri dan tembakan," ujarnya.

    Seorang wartawan AFP melaporkan bahwa penembakan itu berhenti sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Setidaknya dua dari penyerang tewas di luar hotel, di mana penjaga bersenjata melepaskan tembakan saat serangan itu dilancarkan.

    AHMAD FAIZ | AFP

    BERITA MENARIK
    Ahok Curiga Jakarta Banjir karena Sabotase, Ini Buktinya
    Facebook, WhatsApp, dan Twitter Terancam Diblokir Pemerintah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.