Milisi Libya Mengklaim Tahan Pimpinan ISIS di Tripoli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan yang porak-poranda akibat perang di Sirte, Libya (23/10). Pemimpin baru Libya akan mengumumkan kemerdekaan pada hari Minggu dan menyelenggarakan pemilu. AP/Manu Brabo

    Suasana bangunan yang porak-poranda akibat perang di Sirte, Libya (23/10). Pemimpin baru Libya akan mengumumkan kemerdekaan pada hari Minggu dan menyelenggarakan pemilu. AP/Manu Brabo

    TEMPO.CO, Tripoli - Milisi Libya yang mendukung pemerintah Islam di Tripoli mengatakan mereka menahan pimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) cabang kota, di sebelah barat negara yang dibombardir pasukan udara Amerika Serikat pekan lalu.

    Pasukan Pencegah Khusus (SDF) dalam pernyataannya di laman Facebook, Kamis, 25 Februari 2016, mengatakan mereka menahan pimpinan ISIS cabang Kota Sabratha bernama Mohammed Saad Al-Tajouri.

    Mereka juga mengklaim telah membunuh puluhan anggota ISIS dalam perang adu senjata. Al-Tajouri juga dikenal sebagai Abu Sileiman.

    SDF mengatakan dia dikirimkan oleh para pemimpin ISIS di Sirte, pusat kota yang dikuasai kelompok tersebut, untuk memimpin Sabratha. "Kami akan merilis video penangkapan dan pengakuan Al-Tajouri," ujar milisi dalam sebuah pernyataan.

    ISIS mencoba mengambil alih Sabratha pada Rabu, 24 Februari 2016, setelah mereka menyeru markas besar pasukan keamanan dan memenggal kepala sedikitnya 12 orang pejuang SDF di kota tersebut.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.