Jet Tempur Saudi Tiba di Turki untuk Gempur ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Ankara - Sejumlah jet tempur Arab Saudi tiba di pangkalan militer Turki pekan ini untuk ambil bagian dalam serangan udara melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Informasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Kamis, 25 Februari 2016.

    "Kami berharap semua jet tempur itu tiba hari ini dan besok (Jumat, 26 Februari 2016)," ucap Cavusoglu kepada kantor berita pemerintah, Anatolia.

    Ia mengatakan perlengkapan tempur lain dan pasukan Saudi telah siap datang. Menurut dia, semua pesawat perang Saudi akan berada di pangkalan udara Incirlik bersama Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, yang juga akan terlibat dalam perang menumpas militan ISIS di Suriah.  

    Televisi swasta NTV melaporkan, jet tempur Saudi F-15 akan tiba di Incirlik pada Jumat, 26 Februari 2016. Sedangkan 30 personel militer dan peralatan tempur lain akan tiba dengan pesawat angkut militer Hercules C-130 pada Selasa pekan depan.

    Selain ambil bagian melawan ISIS, Arab Saudi dan Turki, dua negara yang menumbangkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, ingin mengakhiri perang saudara yang telah berjalan selama lima tahun. Namun rezim Suriah mendapatkan dukungan kuat dari Iran dan Rusia.

    Saudi dan Turki sempat mengalami hubungan buruk setelah Riyadh mendukung tumbangnya Presiden Mesir Mohamed Morsi pada Juli 2013. Morsi adalah sekutu dekat Ankara.

    Dalam beberapa kesempatan, Ankara berkali-kali menyatakan siap melakukan operasi darat di Suriah, tapi hanya jika operasi tersebut dikoordinasikan dengan Arab Saudi dan negara Barat lain, termasuk anggota negara Teluk antikoalisi ISIS.

    "Kami sejak awal mendesak dilakukannya operasi darat, dan seluruh strategi harus dijalankan untuk mendukung serangan udara," tutur Cavusoglu.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.