Gadis Swedia Mengaku Gabung ISIS karena Diajak Pacarnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera ISIS/ISIL. Wikipedia.org

    Ilustrasi bendera ISIS/ISIL. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Washington - Gadis 16 tahun asal Borås, Swedia, menceritakan pengalamanya selama bersama kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kepada sebuah stasiun televisi Kurdi, Irak, Kurdistan 24 (K24).  Gadis itu mengaku diajak pacarnya pada Mei 2015 pergi ke Suriah. Tapi apa yang terjadi sesampainya di sana tak seperti dalam bayangannya.

    Sejumlah media menyebut nama gadis itu Marlin Stivani Nivarlain. Marlin, kepada stasiun televisi K24 mengatakan bertemu dengan pacarnya pada 2014 setelah lulus sekolah di Kota Boras, Swedia bagian tenggara. "Awalnya senang bisa bersama, tapi kemudian dia mulai melihat video ISIS dan berbicara tentang mereka dan hal-hal seperti itu," ujar gadis itu seperti dilansir Bbc.com.

    Kemudian, dia mengatakan kekasihnya ingin ikut ISIS dan gadis itu menyetujui. “Dia (pacarnya) mengajak ke ISIS, kemudian saya mengatakan 'Ok, tidak ada masalah' karena saya tidak tahu apa artinya ISIS dan Islam, tidak tahu," katanya.

    Mereka menyeberang ke Suriah lewat Turki. Tahun lalu, ketika berusia 15 tahun dan hamil, keduanya meninggalkan Boras, menggunakan bus menyusuri Eropa untuk mencapai Kota Gaziantep, perbatasan Turki-Suriah. Dari sana mereka menyeberang ke Suriah.

    Bersama laki-laki dan perempuan lain, keduanya diangkut dengan bus ke Kota Mosul, Irak, yang dikuasai ISIS sejak dua tahun lalu. Mereka tinggal dalam rumah yang tak punya listrik dan saluran air bersih. "Saya juga tidak punya uang. Hidup di sana amat berat. Ketika saya memiliki telepon, saya mulai menghubungi ibu saya dan mengatakan kepada Ibu, ingin pulang," ujarnya.

    Para pejabat Kurdi mengungkapkan gadis ini dan diselamatkan ketika berada di kawasan Kurdi, Irak. Selanjutnya, ia akan diserahkan kepada pihak berwenang Swedia. Mereka tak menyebut sama sekali tentang bayinya, yang dilaporkan berjenis kelamin laki-laki.

    ARIEF HIDAYAT | K24 | BBC.COM | DAILYMAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.