Turki Pesimistis Gencatan Senjata di Suriah Dipatuhi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan militer terbakar akibat ledakan bom mobil di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Ledakan bom ini menimbulkan sedikitnya 28 orang tewas dan  61 korban luka-luka. AP Photo

    Sebuah kendaraan militer terbakar akibat ledakan bom mobil di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Ledakan bom ini menimbulkan sedikitnya 28 orang tewas dan 61 korban luka-luka. AP Photo

    TEMPO.CO, Ankara - Turki pesimistis terhadap implementasi gencatan senjata di Suriah yang diumumkan Amerika Serikat dan Rusia. Turki akan terus menggempur posisi pejuang Kurdi Suriah.

    "Saya menyambut baik gencatan senjata ini, tapi saya tidak optimistis hal tersebut dihormati para pihak yang bertikai," kata Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus kepada wartawan di Ankara, Selasa, 23 Februari 2016.

    Dia memperingatkan bahwa Turki dapat saja melakukan gempuran artileri ke posisi kelompok bersenjata Unit Pertahanan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) di Suriah dan, jika diperlukan, melanjutkan hantaman balik tembakan yang dilancarkan dari Suriah setelah gencatan senjata diberlakukan pada Sabtu, 27 Februari 2016.

    "Turki akan mempertahankan integritas wilayahnya. Itu jelas," ucap Kurtulmus. Dia mengaku berjaga-jaga mengenai kelangsungan gencatan senjata karena takut Rusia melanjutkan serangan udara di Suriah.

    "Kami berharap tidak ada seorang pun yang akan mencoba dan melancarkan serangan udara serta tak seorang pun membunuh warga sipil selama gencatan senjata berlangsung," ujarnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.