Riyadh Akui Hentikan Bantuan Militer ke Libanon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman bin Abdulaziz, tiba di Masjidil Haram untuk meninjau kecelakaan crane jatuh, di Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015.  REUTERS/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court

    Raja Salman bin Abdulaziz, tiba di Masjidil Haram untuk meninjau kecelakaan crane jatuh, di Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015. REUTERS/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court

    TEMPO.CO, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Senin, 22 Februari 2016, menegaskan kembali bahwa negaranya tetap memberikan dukungan terhadap rakyat Libanon, meskpiun mereka menunda paket bantuan untuk angkatan bersenjata Libanon senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40 triliun.

    Dalam sebuah pernyataan usai rapat kabinet yang dipimpin oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, Dewan Menteri mengatakan, penundaan tersebut adalah sebagai sebuah respons terhadap sikap Beirut yang tidak mengutuk serangan terhadap kedutaan besar Arab Saudi di Teheran dan Konsulat Jenderal di Mashhad.

    Kabinet juga menolak kelompok militan Hizbullah Libanon yang melakukan terorisme terhadap bangsa Arab dan negara Islam.

    "Dukungan dan bantuan bisa saja dibenarkan, tergantung kepada posisi Libanon terhadap Arab Saudi," salah butir pernyataan Dewan Menteri.

    Meskipun demikian, Dewan Menteri mengatakan, Arab Saudi akan melanjutkan dukungan terhadap rakyat Libanon dari seluruh persoalan dan memberikan penghargaan atas solidaritas yang ditunjukkan terhadap Kerajaan sebagaimana dilakukan oleh para pejabat dan tokoh, termasuk Perdana Menteri Tammam Salam.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.