Korban Angin Topan Fiji Bertambah, Total 29 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Fiji membersihkan jalan dari pohon tumbang di ibukota Suva setelah Topan Winston menyapu Pulau Viti Levu, 21 Februari 2016. REUTERS/Taniela Qalilawa/Handout

    Warga Fiji membersihkan jalan dari pohon tumbang di ibukota Suva setelah Topan Winston menyapu Pulau Viti Levu, 21 Februari 2016. REUTERS/Taniela Qalilawa/Handout

    TEMPO.CO, Suva - Jumlah korban tewas di Fiji akibat bencana angin Topan Winston dilaporkan terus bertambah. Info terbaru, sepuluh orang dikatakan tewas di sebuah Pulau Koro menambah jumlah korban tewas menjadi 29 orang.

    Juru bicara pemerintah Ewan Perrin mengatakan Selasa, 23 Februari 2016, dikutip dari laman ABC News, jumlah korban tewas di Pulau Koro terus bertambah dan bahwa sebagian besar bangunan di sana rusak berat atau hancur.

    Dia mengatakan kapal bantuan dengan 30 orang di atasnya telah tiba di pulau, menyediakan logistik berupa pasokan obat-obatan, makanan dan air. Tim itu juga membantu membangun tempat penampungan sementara untuk sekitar 4.500 penduduk.

    "Ini salah satu yang paling parah," kata Perrin merujuk pada kerusakan dan jumlah korban yang ada di Pulau Koro. "Meskipun penting untuk menekankan bahwa prioritas kami adalah tindakan pemulihan di seluruh pulau," ujarnya menambahkan.

    Para pejabat juga dikatakan khawatir tentang kondisi pulau lain seperti Pulau Taveuni, rumah bagi sekitar 12.000 orang, karena mereka hanya bisa melakukan kontak terbatas dengan orang-orang di sana.

    Angin Topan Winston, yang menerjang melalui Pulau Pasifik pada Sabtu dan Minggu pagi, berkecepatan 285 kilometer per jam. Itu menjadikannya badai terkuat yang pernah melanda Fiji.

    ABC NEWS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.