10 Juta Penduduk India Hidup Tanpa Air Akibat Kanal Rusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang gadis mengantre untuk mengisi air di New Delhi, India, 21 Februari 2016. Protes yang berujung anarkis dilakukan oleh kelompok kasta Jat dengan mengangkut air dari sebuah terusan di Haryana ke New Delhi, sehingga kawasan ini mengalami kekeringan. REUTERS/Anindito Mukherjee

    Seorang gadis mengantre untuk mengisi air di New Delhi, India, 21 Februari 2016. Protes yang berujung anarkis dilakukan oleh kelompok kasta Jat dengan mengangkut air dari sebuah terusan di Haryana ke New Delhi, sehingga kawasan ini mengalami kekeringan. REUTERS/Anindito Mukherjee

    TEMPO.CO, India - Lebih dari 10 juta orang di ibu kota India hidup tanpa air. Hal ini terjadi setelah tentara mengambil alih kembali kanal air di Delhi. Keshav Chandra, Kepala Dewan Air Delhi, mengatakan kepada BBC, pengambilalihan itu memakan waktu 3-4 hari sebelum persediaan air normal kembali.

    Sebelumnya, terjadi kerusuhan di Delhi yang disebabkan oleh kekecewaan warga India terhadap pemerintah. Kelompok kasta Jats, Haryana, menuntut negara yang tidak bisa memberikan pelayanan publik. Pendemo di sana pun memblokir jalan-jalan dan stasiun. Mereka juga merusak kanal Munak, sumber air utama di Delhi, Jumat, 18 Februari 2016.

    Kanal Munak menyediakan tiga per lima airnya untuk 16 juta penduduk Delhi. Chandra mengatakan masyarakat harus menghemat air. Tanki-tanki telah dikirim ke wilayah perkotaan. Namun tidak cukup untuk menebus kekuranganitu.

    Sekolah di kota pun ditutup setelah pasokan dari kanal disabotase selama protes. Tentara mengambil alih kanal pada Senin pagi, 22 Februari 2016. Namun perbaikan membutuhkan waktu.

    Baca: Pengadilan India Berniat Adili Dewa Hanuman, Ini Sebabnya 

    Meski demikian, pengunjuk rasa memblok jalan untuk menolak mengalah. "Kami tidak mempercayai mereka," kata seorang demonstran, yang menolak disebutkan namanya, kepada BBC.

    Menteri Negara Haryana Ram Bilas Sharma mengatakan situasi telah kembali normal. Lalu lintas di jalan raya dan jalur kereta api antara Delhi ke Jaipur dan Chandighar telah dibuka kembali. Kerusuhan sebelumnya telah memaksa penutupan beberapa jalan utama dan jalan raya nasional serta melumpuhkan sistem kereta api di India utara.

    Sementara itu, pemerintah federal India menyatakan akan membentuk sebuah komite tingkat atas untuk menanggapi keluhan dari Jats. Sharma juga menegaskan, pemerintah akan memperkenalkan rancangan undang-undang tentang pemesanan kuota pekerjaan dan pelayanan publik bagi kasta Jats. Namun ia tidak menyebutkan kapan itu akan dilaksanakan.



    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.