Serangan Bom Ankara, Turki Tahan 14 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebakaran melakukan upaya pemadaman di sekitar lokasi ledakan bom di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Ledakan bom dahsyat diketahui berasal dari bom mobil yang menghantam kendaraan militer Turki saat berhenti di lampu lalu lintas pada jam sibuk. REUTERS

    Petugas kebakaran melakukan upaya pemadaman di sekitar lokasi ledakan bom di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Ledakan bom dahsyat diketahui berasal dari bom mobil yang menghantam kendaraan militer Turki saat berhenti di lampu lalu lintas pada jam sibuk. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Pengadilan Turki menahan 14 orang terkait dengan serangan bom mobil bunuh diri di Ankara pekan lalu dan memerintahkan mereka untuk ditempatkan di penjara sampai persidangan.

    "Tujuh orang lain dibebaskan setelah membayar uang tebusan," demikian dilansir kantor berita negara Anadolu Agency dikutip dari laman Belfast Telegraph, Senin, 22 Februari 2016.

    Situs berita itu mengatakan 14 orang tersebut diduga membantu organisasi teror, memalsukan dokumen resmi, dan melakukan penipuan.

    Tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa mereka terlibat serangan 17 Februari 2016, yang menargetkan bus personel militer dan menewaskan 28 orang.

    Kelompok militan Kurdi di Turki telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun pemerintah berkeras serangan tersebut dilakukan kelompok milisi Kurdi Suriah yang didukung Amerika Serikat, bekerja sama dengan pemberontak Kurdi Turki.

    Turki telah menekan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan kepada kelompok yang memegang peranan kunci dalam pertempuran melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini.

    BELFAST TELEGRAPH | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.