Cerita Kucing & Pemiliknya Pisah di Yunani Bertemu di Berlin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kucing terluka. Istock.com

    Ilustrasi kucing terluka. Istock.com

    TEMPO.CO, Berlin - Kisah mengharukan datang dari krisis pengungsi di Eropa ketika seekor kucing kembali bertemu dengan pemiliknya setelah sekian lama berpisah. Kucing peliharaan keluarga pengungsi Irak berjenis Kunkush terpisah dalam perjalanan naik perahu dari Turki ke Yunani.

    Hewan bernama Dias itu panik setelah tiba di pantai di Lesbos dan terus berlari sampai terpisah dengan keluarga tersebut. Beberapa hari kemudian, kucing itu terlihat di desa terdekat. Penduduk lokal yang menemukan Dias membawanya ke dokter hewan untuk diberi makan dan tempat tinggal serta diberi nama baru, Zeus.

    Relawan yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha mengadakan kampanye untuk menyatukannya kembali dengan keluarga pengungsi tersebut. Relawan Amerika, Ashley Anderson, dan temannya, Amy Shrodes serta Michelle, membuat poster dalam bahasa Inggris dan Arab yang ditempel di sekitar Yunani dan Berlin untuk menyatukan kucing dan keluarga pengungsi itu.

    "Saya benar-benar yakin kucing ini sangat berarti bagi pemiliknya karena membawanya mengungsi dari Timur Tengah. Mereka pasti menganggap kucing itu bagian dari keluarga mereka," kata Shrodes, seperti yang dilansir ABC News pada 20 Februari 2016.

    Usaha mereka berhasil ketika ibu serta lima anaknya yang terlalu merindukan Dias terpaksa terbang ke Berlin untuk menemui kucing berbulu putih tersebut. Keluarga yang telah berada di Norwegia rela terbang ke Berlin demi kucing yang telah terpisah hampir 4 bulan.

    Anderson membiayai perjalanan Dias ke Berlin ketika memulai kampanye untuk menyatukan kucing peliharaannya itu dengan keluarga yang berasal dari Mosul, Irak.



    ABC NEWS | GUARDIAN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.