Polisi Buru Pembunuh Sadis Kucing-kucing di Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COCroydon - Polisi Kota Croydon menyelidiki pelaku pembunuhan berantai terhadap sejumlah kucing di Kota Croydon dan beberapa kota lainnya di Inggris. 

    Pelaku secara sadis memenggal leher dan ekor kucing-kucing itu. Modusnya, seperti dilansir dari BBC.com, Jumat, 19 Februari 2016, pelaku terlebih dulu mengumpan kucing dengan daging ayam mentah. Setelah itu, pelaku membunuh kucing di suatu tempat kemudian mengembalikan jasad kucing ke tempat awal kucing itu ditemukan. 

    Seorang dokter hewan yang menolak identitasnya disebutkan menjelaskan, dari 16 jasad kucing yang ditemukan dan diotopsi pada Kamis, 17 Februari 2016, 10 jasad kucing itu diperkirakan memiliki kaitan dengan seorang pelaku. Diduga pelakunya orang yang sama, yang dijuluki oleh beberapa orang sebagai “Pembunuh Kucing Croydon atau Pembunuh Keji”. Pembunuh diyakini memiliki keahlian membedah tubuh. 

    "Sayatan terbuat dari sejenis senjata seperti pisau, bukan pisau bedah karena sayatan terlalu panjang untuk itu," kata dokter hewan ini. 

    Jejak pelaku minim, sehingga ada dugaan kuat pelaku menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat menangkap kucing-kucing itu. Dari analisis DNA, tidak ditemukan benda-benda asing pada jasad kucing-kucing itu. 

    Sadisnya, lebih dari 40 kasus pemenggalan kepala kucing dilaporkan ke Pusat Pertolongan dan Pembebasan Hewan Norwood Selatan dalam tiga tahun terakhir. Boudicca Rising dari pusat pertolongan hewan tersebut yakin pembunuh kucing-kucing itu adalah orang yang sakit mental.

    Polisi masih memburu pelakunya. Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animal menyatakan penyelidikan masih berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Masyarakat diminta menghubungi RSPCA jika menemukan kucing yang tewas mencurigakan. 

    BBC | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.