Pria Israel Tewas Ditikam 2 Remaja Palestina, Ibu-ibu Syok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria Israel tewas ditikam dua remaja Palestina di supermarket di Tepi Barat, Israel, Kamis, 18 Februari 2016. Lokasi penikaman tersebut memang berada di bawah kontrol zona perdagangan Israel dekat Ramallah, yang juga tempat bermukim warga Palestina.

    Kepanikan terjadi di supermarket. Bahkan sejumlah wanita yang tengah berbelanja terlihat syok sehingga mereka harus dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian Israel mengatakan korban adalah seorang tentara bernama Tuvia Weissman (21 tahun), yang sedang libur dari tugasnya.

    Dilaporkan, seorang warga Israel lain juga terluka akibat ikut ditikam kedua pelaku, yang kmjisedan dalam kondisi serius di rumah sakit. Sementara itu, kedua pelaku juga kritis akibat tembakan yang dilancarkan oleh seseorang yang belum dikonfirmasi identitasnya, apakah dari pihak kepolisian atau warga sipil.

    Pihak medis Palestina mengatakan salah satu pelaku berasal dari desa dekat Tulkarm, sedangkan seorang lainnya berasal dari wilayah Ramallah. Akibat kejadian itu, zona industri The Shaar Binyamin, tempat kejadian, ditutup untuk seluruh warga Palestina pada Jumat diizinkan petugas keamanan setempat.

    Pihak Israel menuding pemimpin grup ekstremis Islam Palestina berada di balik serangan tersebut. Sebab, beberapa kasus serupa sempat terjadi dan melibatkan remaja Palestina. Pelaku penyerangan sebelumnya langsung ditembak mati oleh petugas keamanan dan warga sipil.

    Sejak Oktober, total 30 warga Israel tewas ditikam dan diserang oleh warga Palestina. Sementara itu, lebih dari 160 warga Palestina pelaku serangan telah tewas di penjara.



    BBC | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.