Ini Serangan Balik Trump terhadap Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump (kiri) dan Ted Cruz. REUTERS/Chris Keane

    Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump (kiri) dan Ted Cruz. REUTERS/Chris Keane

    TEMPO.COWashington, DC - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, tampaknya tidak terima atas pernyataan Presiden Amerika Barack Obama.

    Trump mengatakan Obama telah gagal menjalankan amanat rakyat dalam memimpin Amerika dengan kinerjanya yang dinilai buruk.

    "Dia telah melakukan pekerjaan yang buruk sebagai presiden," katanya di sela kampanye di Beaufort, Carolina Selatan. "Anda melihat anggaran kita. Anda melihat pengeluaran kita. Kita tidak bisa mengalahkan ISIS. Obamacare mengerikan. Kita akan menghentikannya. Kita akan benar-benar menghentikan dan menggantinya. Perbatasan kita seperti keju Swiss."

    Trump menyatakan hal itu sebagai balasan atas apa yang dikatakan Obama di sela KTT AS-ASEAN di California pada Selasa, 16 Februari 2016. Obama mengatakan Trump tidak mungkin menjadi presiden.

    "Saya tetap percaya Mr Trump tidak akan menjadi presiden," kata Obama dalam konferensi pers selama pertemuan puncak dengan para pemimpin Asia Tenggara di California. "Karena saya percaya kepada orang-orang Amerika. Menjadi presiden adalah pekerjaan yang serius. Ini bukan menjadi pembawa acara talk show atau reality show."

    "Orang-orang Amerika cukup masuk akal dan saya pikir mereka akan membuat pilihan yang masuk akal pada akhirnya," ujar Trump.

    Seperti dilansir CBS News pada 17 Februari 2016, Trump juga mengatakan Obama adalah seseorang yang beruntung karena, pada periode lalu, ia tidak mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden Amerika.

    "Anda beruntung karena periode lalu saya tidak mencalonkan diri, ketika Romney mencalonkan diri, karena Anda hanya akan menjabat satu periode," katanya.

    Trump, yang merupakan seorang pengusaha properti tersukses di Amerika, adalah calon kuat untuk mewakili Republik dalam pemilihan Presiden Amerika.

    CBS NEWS | WASHINGTON TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.