Singapore Airshow, ST Electronics Justru Jual Pagar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warna warni langit Singapura saat tim akrobatik Korea Selatan, Black Eagles tampildalam pembukaan Singapura Airshow di Changi Exhibition Center, 16 Februari 2016. REUTERS

    Warna warni langit Singapura saat tim akrobatik Korea Selatan, Black Eagles tampildalam pembukaan Singapura Airshow di Changi Exhibition Center, 16 Februari 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Changi - Acara Singapore Airshow 2016 di Changi Exhibition Centre mayoritas menampilkan pesawat tempur, pesawat komersial, dan pesawat jet pribadi kepada pengunjung. Selain perusahaan besar, sejumlah perusahaan kecil pembuat pesawat intai tanpa awak dan onderdil juga ambil bagian di beberapa booth berukuran sedang dan kecil.

    Namun ada sebuah booth menarik milik perusahaan pengembang sistem komunikasi satelit (satcom) dan sistem sensor asal Singapura, yaitu ST Electronics, di sisi kanan, tak jauh dari pintu masuk utama pameran tersebut. Di booth tersebut, ada sebuah contoh pagar besi, kamera pengintai, dan sebuah perangkat alert atau peringatan. Mereka menyajikan salah satu produk keamanan bernama AgilFence, Perimeter Intrusion Detection System.

    Produk ini menawarkan sistem keamanan pagar yang mampu mendeteksi setiap upaya penerobosan, seperti yang pernah terjadi di bandara, penjara, atau depo transportasi umum. AgilFence diklaim sebagai produk paling efektif, efisien, dan murah.

    "Kalau pakai sistem biasa, untuk mengamankan sekitar 100 meter kubik wilayah bisa memakai hingga 20 kamera," kata Vice Presiden Sensor Business ST Electronics Bernard Lee, Rabu, 17 Februari 2016. "AgilFence hanya butuh satu di tengah yang mampu berputar 360 derajat ke semua sudut."

    Teknologi AgilFence memasang sensor optik Fibre Bragg Grating di sepanjang pagar pembatas. Sensor ini akan mengirimkan sinyal peringatan ke pusat pengawasan, tepat di lokasi pagar yang mengalami perubahan atau gejala penerobosan dengan memanjat menggunakan tangga atau memotong kabel pagar.

    "Ini sangat sensitif. Berbeda sedikit saja, alarm akan langsung bunyi dan petugas segera datang," kata Lee.

    Teknologi ini sudah digunakan Bandara International Changi, depo bus, serta sejumlah penjara. Rencananya, ST Electronics menawarkan teknologi AgilFence ke beberapa bandara di Indonesia. Lee tak mau mengungkapkan detail dan nilai tawaran.

    Meski sangat sensitif, Lee mengklaim tingkat kesalahan peringatan AgilFence sangat rendah. Sensor atau alarm, menurut Lee, tak akan aktif jika dipicu gejala alam umum, seperti angin, hujan, atau petir. Tapi, alarm langsung terpicu kalau ada bagian pagar yang dipanjat atau diterobos.



    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?