Bom di Ankara, 5 Korban Tewas dan Puluhan Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wisatawan asal Cina mengunjungi sebuah lokasi dimana telah terjadi aksi bom bunuh diri di Sultanahmet di Istanbul, Turki, 13 Januari 2016. Aksi bom bunuh diri tersebut terjadi pada 12 Januari 2016, kemarin. REUTERS

    Seorang wisatawan asal Cina mengunjungi sebuah lokasi dimana telah terjadi aksi bom bunuh diri di Sultanahmet di Istanbul, Turki, 13 Januari 2016. Aksi bom bunuh diri tersebut terjadi pada 12 Januari 2016, kemarin. REUTERS

    TEMPO.CO, Ankara - Lima orang dikabarkan tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam ledakan besar di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. "Ledakan itu mungkin telah disebabkan oleh bom mobil," ujar Gubernur Ankara Mehmet Kiliçlar seperti dilansir oleh kantor berita resmi Turki, Anadolu.

    Kantor berita BBC menjelaskan, ledakan bom ini pertama kali menghantam sebuah kendaraan militer Ankara, Turki, Rabu malam, 17 Februari 2016, waktu setempat. Dalam sebuah video amatir yang ditayangkan stasiun televisi berita CNN,  tampak asap dan api besar menjulang dari daratan hingga ke langit. Ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan darurat lain terlihat melintas di sekitar tempat kejadian.

    Sebelumnya, beberapa jam lalu, sebuah ledakan besar terjadi di asrama militer di Ankara, Turki, 17 Februari 2016. Belum jelas siapa pelaku aksi terorisme ini.

    Sepanjang tahun lalu, Turki beberapa kali menjadi sasaran serangan teror. Terakhir, pada pertengahan Januari 2016, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di Istanbul dan menewaskan 10 orang.

    Rangkaian aksi teror di Turki menghancurkan industri pariwisata di sana, yang sebelumnya bernilai US$ 32 miliar. Dua negara asal wisatawan terbesar di sana adalah Jerman dan Rusia.



    ARIEF HIDAYAT | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.