Obama Dijadikan Alat Promosi Anti-Rokok di Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama, berbicara pada media terkait pertemuannya dengan 10 pemimpin  ASEAN di Sunnylands, Rancho Mirage, California, 16 Februari 2016. Obama menegaskan kembali tentang Amerika terhadap

    Presiden AS Barack Obama, berbicara pada media terkait pertemuannya dengan 10 pemimpin ASEAN di Sunnylands, Rancho Mirage, California, 16 Februari 2016. Obama menegaskan kembali tentang Amerika terhadap "militerisasi" China di kawasan yang disengketakan itu dan menyerukan pihak-pihak yang bertikai untuk mengurangi ketegangan di kawasan tersebut. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.COMoscow - Kelompok anti-rokok di Rusia menggunakan poster bergambar Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk mengkampanyekan bahaya merokok.

    Dalam poster yang disebarkan di sudut-sudut jalanan Kota Moskow tersebut tertera kalimat tentang bahaya merokok yang menyebutkan, baik rokok maupun Obama adalah pembunuh. "Merokok membunuh lebih banyak orang daripada Obama, meskipun dia telah membunuh banyak orang. Jangan merokok, jangan seperti Obama," demikian kalimat yang tertulis pada poster tersebut.

    Menanggapi hal itu, politikus oposisi Rusia, Dmitry Gudkov, mengutuk poster tersebut. Dia mengatakan sah-sah saja warga Rusia mengkritik pemimpin Amerika itu, tapi harus lebih beradab. "Bahkan, saya jijik dan malu dengan apa yang muncul di jalan-jalan ibu kota Rusia," kata Gudkov, seperti dilansir The Moscow Times, Selasa, 16 Februari 2016.

    Ini bukan pertama kalinya Obama digunakan dalam poster dan kampanye di Rusia. Pada Januari lalu, sebuah komunitas seni pro-pemerintah memasang spanduk yang menggambarkan Obama dengan caption "pembunuh", saat unjuk rasa di depan Kedutaan Amerika Serikat di pusat Kota Moskow.

    Lalu, pada Desember 2015, supermarket besar Rusia meminta maaf setelah menjual papan pemotongan dengan Obama digambarkan sebagai seekor simpanse.

    Obama adalah seorang perokok berat saat belum menjabat sebagai presiden. Namun, setelah menjadi orang nomor satu Amerika, secara perlahan dia mulai menguranginya. Pada 2009, Obama mengatakan bahwa dia "terus" berjuang dengan rokok. "Saya sudah 95 persen sembuh," ujar Obama. Pada 2013, Obama mengatakan dia sudah tidak mengisap rokok dalam enam tahun karena takut istri.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit melaporkan pada Desember 2015 bahwa penggunaan tembakau menyebabkan hampir 6 juta kematian per tahun di seluruh dunia dan diproyeksikan akan menyebabkan 8 juta kematian per tahun pada 2030. 

    THE MOSCOW TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.