Terpidana Mati Ini Memilih Hamil Agar Tak Dieksekusi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kehamilan. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi Kehamilan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Quang Ninh - Terpidana mati warga Vietnam, Nguyen Thi Hue, 42 tahun, menemukan jalan untuk terhindar dari eksekusi. Caranya, Hue membuat dirinya hamil. Menurut investigator yang mengusut kasus Hue, seorang narapidana pria menjual spermanya ke Hue.

    Seperti dikutip dari BBC, Kamis, 17 Februari 2016, Hue, yang dijerat kasus perdagangan narkoba 2012 dan dijatuhi hukuman mati pada 2014, mendapat suntikan sperma dari seorang narapidana berusia 27 tahun.

    Hue, menurut berita surat kabar pemerintah Vietnam, Thanh Nien, membeli sperma napi itu seharga US$ 2.300 atau sekitar Rp 31 juta.  Napi itu kemudian memberikan spermanya sebanyak dua kali kepada Hue selama Agustus 2015. Hue kemudian hamil dan diperkirakan melahirkan pada April.

    Sesuai dengan undang-undang di Vietnam, seorang perempuan hamil atau seorang ibu yang memiliki anak di bawah usia 3 tahun dilarang dieksekusi. Hukuman mati diubah menjadi hukuman seumur hidup.

    Hukuman mati yang dijatuhkan pada Hue pun berubah menjadi hukuman seumur hidup.

    Namun kasus ini telah membuat empat sipir penjara, yang terletak di Provinsi Quang Ninh, kehilangan pekerjaan. Aparat penegak hukum Vietnam memberhentikan keempat sipir dari pekerjaannya atas tuduhan lalai menjalankan tugas menjaga Hue.

    Kasus seperti yang terjadi pada Hue bukan yang pertama di Vietnam. Dua sipir penjara di Provinsi Hoa Binh dipenjara pada 2007 karena mengizinkan seorang napi perempuan, yang dijatuhi hukuman mati, hamil atas bantuan seorang napi pria.

    BBC | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?