Merusak Piramida, 12 Turis Ditahan Polisi Mesir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang souvenir berjualan di dekat kawasan Patung Sphinx dan Piramida di dataran tinggi Giza di Kairo, Mesir, 8 November 2015. REUTERS

    Sejumlah pedagang souvenir berjualan di dekat kawasan Patung Sphinx dan Piramida di dataran tinggi Giza di Kairo, Mesir, 8 November 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Kairo - Polisi Giza, Mesir, menahan 12 wisatawan pada Senin, 15 Februari 2016. Sebabnya, para wisatawan itu diduga merusak obyek wisata Piramida Giza. Selain itu, polisi juga menahan sejumlah pedagang kaki lima, penjual kuda, serta orang yang menyewakan unta di sekitar tempat favorit pelancong itu tanpa izin resmi.

    Pasukan keamanan Mesir belum lama ini melakukan tindakan keras menyusul kerusuhan di Giza Plateau, sebuah bangunan piramida yang sangat diminati ribuan pengunjung baik dari dalam maupun luar negara.

    Sebelumnya, pada bulan ini, tiga orang ditahan petugas keamanan karena didakwa menjual potongan batu yang diambil dari Piramida Giza. Para tersangka itu diketahui setelah sebuah video dibuat diam-diam oleh jurnalis dari situs berita Dot Masr. Wartawan tersebut membeli batu itu yang diakui oleh penjual diambil dari piramida.

    "Jurnalis tersebut menggunakan kamera tersembunyi untuk merekam sais kereta kuda yang menjual batu seharga LE 250 (Rp 428 ribu)," tulis Egypt Independent.

    Menanggapi insiden tersebut, Salah al-Hdi, Koordinator Sindikat Arkeologi, mengatakan kepada Ahram Online, tindakan petugas keamanan harus ditingkatkan guna menghentikan perusakan benda-benda purbakala.

    EGYPT INDENPEDENT | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.