Pengelola Sekolah Los Angeles Larang Polisi Razia Imigran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barrack Obama, menyapa para siswa sekolah Al-Rahmah saat mengunjungi Komunitas Islam Baltimore di Baltimore, 3 Februari 2016. Presiden Barack Obama untuk pertama kalinya akan berkunjung ke masjid di Amerika Serikat. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Barrack Obama, menyapa para siswa sekolah Al-Rahmah saat mengunjungi Komunitas Islam Baltimore di Baltimore, 3 Februari 2016. Presiden Barack Obama untuk pertama kalinya akan berkunjung ke masjid di Amerika Serikat. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Los Angeles - Los Angeles Unified District School (LAUDS), distrik sekolah terbesar di negara bagian Amerika Serikat itu, menyatakan seluruh fasilitas pendidikan yang dimilikinya sebagai "zona aman" dan tidak akan mengizinkan petugas imigrasi Amerika Serikat (ICE) memasuki sekolah-sekolah di sana. 

    Kebijaksanaan itu sengaja ditetapkan oleh pengelola lembaga pendidikan tersebut untuk melindungi siswa di lingkungan sekolah. Adapun permintaan razia imigran dari ICE harus dikirimkan ke pengawas dan Dewan Distrik sebelum mendapatkan tanggapan pengelola. LAUDS juga menyiapkan tenaga yang membantu siswa yang akan dideportasi.

    Penegasan lembaga pendidikan LAUDS ini terkait dengan inisiatif Presiden Barack Obama untuk menindak tegas para imigran yang tak memiliki dokumen sah di Amerika Serikat. Lembaga ini merasa takut meningkatnya ancaman deportasi ini menyebabkan keluarga siswa dari kalangan imigran melarang putra putrinya pergi ke sekolah.

    Petugas ICE tampak tidak kecewa atas keputusan tersebut, sebab selama ini, kawasan  gereja dan sekolah memang wilayah sensitif untuk dimasuki petugas keamanan, terutama untuk penegakkan hukum imigrasi.

    Sekitar 10 persen penduduk Los Angeles adalah warga yang tidak memiliki dokumen imigrasi yang sah. "Sedangkan lembaga pendidikan di sekolah distrik identik dengan orang-orang dari kaum Latin," tulis Think Progress.

    SPUTNIK NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.