AS, Rusia, Iran, Saudi Sepakat Gencatan Senjata di Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah ppengungsi memasak di dalam mobil yang juga dijadikan tempat tinggalnya di perbatasan Bab al-Salameh. Puluhan ribu orang melarikan diri dari Aleppo setelah pertempuran berkecamuk di wilayah itu. dailymail.co.uk

    Sejumlah ppengungsi memasak di dalam mobil yang juga dijadikan tempat tinggalnya di perbatasan Bab al-Salameh. Puluhan ribu orang melarikan diri dari Aleppo setelah pertempuran berkecamuk di wilayah itu. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengatakan kekuatan besar dunia sepakat dan menyetujui gencatan senjata di Suriah. Keputusan itu adalah hasil pertemuan di Munich, Jerman, Kamis, 11 Februari 2016. Negara yang hadir di antaranya Rusia, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Iran.

    "Kami percaya bahwa kami telah membuat perkembangan yang baik untuk kemanusiaan, karena telah menghentikan pertempuran untuk mengubah hidup warga Suriah,” kata John Kerry, Jumat dini hari waktu setempat, 12 Februari 2016, seperti yang dilansir oleh laman CNN.

    Kerry berharap seluruh pihak terkait dapat berkomitmen dan mematuhi perjanjian untuk mengakhiri perang sipil yang meminta transisi politik di Suriah. “Apa yang kami punya saat ini baru sebatas kalimat di atas kertas. Yang kita butuhkan adalah yang akan terjadi beberapa hari ke depan," katanya.

    Namun, menurut Kerry, kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak untuk setiap organisasi teroris yang beroperasi di Suriah, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). "Semakin lama konflik bertahan di sana, semakin banyak kelompok ekstremis yang berkembang," ucap Kerry.

    Pasukan pemerintah Suriah dan milisi oposisi sebelumnya dikatakan kemungkinan akan menyepakati gencatan senjata demi menyelamatkan warga di Aleppo, Suriah. Materi gencatan senjata dan mengakhiri perang saudara di Suriah dibicarakan oleh negara-negara kuat di Jerman, Kamis, 11 Februari 2016.

    Rabu dinihari waktu setempat, 10 Februari 2016, kantor berita Reuters mengutip keterangan pejabat Barat yang tak bersedia disebutkan namanya. Dia mengatakan Rusia mengusulkan sebuah gencatan senjata di Suriah dimulai pada 1 Maret 2016.

    Sedikitnya 50 ribu warga Suriah telah mengungsi untuk menghindari pertempuran sengit di Aleppo. "Beberapa kawasan di provinsi tersebut membutuhkan suplai air bersih," demikian pernyataan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Rabu, 10 Februari 2016.

    Organisasi pemerhati hak asasi manusia berbasis di London, Syrian Observatory for Human Rights, Rabu, melaporkan setidaknya 500 warga tewas sejak pemerintahan Suriah didukung serangan udara Rusia melancarkan serangan besar-besraan dari utara Aleppo, 1 Februari 2016.

    "Di antara yang tewas itu, terdapat 89 warga sipil, termasuk 23 anak-anak, 143 pejuang pro-pemerintah, 274 pemberontak, dan milisi asing," demikian pernyataan Observatory.

    Saat ini, pasukan pemerintah Suriah menguasai bagian barat Kota Aleppo, sementara pemberontak menduduki wilayah di bagian timur. Namun, Observatory menyatakan, hampir semua wilayah tersebut berada di balik desa-desa yang ada.

    AL JAZEERA | BBC | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.