Norwegia Investigasi Kekerasan Seks terhadap Anak Pengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kamp pengungsian di perbatasan Bab al-Salameh, yang diperkirakan akan dilintasi oleh satu juta orang yang melarikan diri dari wilayah konflik. AP

    Suasana kamp pengungsian di perbatasan Bab al-Salameh, yang diperkirakan akan dilintasi oleh satu juta orang yang melarikan diri dari wilayah konflik. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Norwegia mengatakan sedang menginvestigasi beberapa kasus kekerasan seks terhadap anak-anak pencari suaka di kamp pengungsi.

    Axel Wilhelm Due dari Badan Investigasi Kriminal Nasional mengatakan kepada kantor berita Associated Press, Selasa, 9 Februari 2016, kasus kekerasan seks terhadap anak-anak tersebut dilaporkan polisi pada akhir 2015 tanpa membawa bukti-bukti khusus.

    Insiden ini, ucap Due, termasuk kekerasan seks yang terjadi di pusat-pusat penerimaan pengungsi di kawasan rumah tinggal.

    "Kami melihat persoalan ini sangat serius yang menimpa setiap individu. Berdasarkan informasi yang kami terima, kasus ini menimpa anak-anak di pusat penerimaan pengungsi di Norwegia. Mereka menjadi subyek kekerasan seks," ujar Due.

    Namun, secara umum, tutur Due, aksi kriminalnya rendah, baik di dalam maupun di sekitar pusat penerimaan pengungsi. Due mengatakan polisi tidak akan memberikan bukti secara detail tentang masalah kekerasan seks ini.

    Tahun lalu, lebih dari 31 ribu orang mengajukan suaka di Norwegia, 5.300 di antaranya anak-anak yang ditemani keluarganya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.