Intelijen AS: Korea Utara Aktifkan Reaktor Plutonium

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menonton program berita TV terkait rencana peluncuran roket Korea Utara, di Stasiun Seoul Railway, Korea Selatan, 3 Februari 2016. Korut telah bersikukuh bahwa peluncuran satelit ini merupakan hak kedaulatan negaranya. AP/Ahn Young-joon

    Warga menonton program berita TV terkait rencana peluncuran roket Korea Utara, di Stasiun Seoul Railway, Korea Selatan, 3 Februari 2016. Korut telah bersikukuh bahwa peluncuran satelit ini merupakan hak kedaulatan negaranya. AP/Ahn Young-joon

    TEMPO.CO, Washington - Petinggi intelijen Amerika Serikat menyatakan Korea Utara telah mengaktifkan reaktor plutoniumnya. Reaktor itu mampu menghasilkan bom nuklir.

    Direktur Keamanan Intelijen Amerika James Clapper menuding Korea Utara yang otoriter dan miskin sebagai ancaman besar dan menimbulkan bahaya tak terduga bagi negaranya.

    "Program senjata nuklir Korea Utara dan pengembangan program rudal merupakan ancaman yang berlanjut," kata Clapper, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 10 Februari 2016.

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menurut Clapper, bahkan melanjutkan pengembangan kemampuan intelijen di dunia maya dan serangan lewat dunia maya. Kim juga telah melakukan penjualan secara ilegal teknologi persenjataan kepada negara-negara lain.

    Pada Januari lalu, Korea Utara mengklaim melakukan uji coba bom hidrogen. Namun Clapper yakin itu bukan uji coba bom hidrogen. Menurut dia, uji coba itu menunjukkan hasil yang terlalu lemah untuk disebut bom hidrogen.

    Beberapa hari lalu, Korea Utara mengklaim telah meluncurkan roket sebagai bagian dari uji coba program rudal balistiknya. Washington dan Jepang menegaskan, uji coba senjata itu terlarang.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.