Polisi Arab Sita Boneka Wanita yang Terlihat Kulitnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi wanita berdiri disamping mobil Mercedes-Benz SLS AMG 6.3 yang merupakan mobil untuk petugas kepolisian di Dubai saat berlangsungnya pameran Arabian Travel Market di Dubai, Arab Saudi, (6/5). REUTERS/Ahmed Jadallah

    Seorang polisi wanita berdiri disamping mobil Mercedes-Benz SLS AMG 6.3 yang merupakan mobil untuk petugas kepolisian di Dubai saat berlangsungnya pameran Arabian Travel Market di Dubai, Arab Saudi, (6/5). REUTERS/Ahmed Jadallah

    TEMPO.CORiyadh – Seorang pria ditahan oleh polisi moral Arab Saudi lantaran memakai kostum tokoh kartun wanita yang memperlihatkan kulitnya.

    Tokoh kartun wanita tersebut merupakan maskot dari sebuah toko permen yang baru saja dibuka di Kota Kharaj di dekat Riyadh.

    Pria tersebut diciduk dengan tuduhan tak mengikuti aturan berbusana muslim yang melarang para wanita memperlihatkan auratnya. 

    Dalam foto-foto yang diunggah di media sosial, terlihat maskot tersebut disita oleh petugas dan diletakkan di bagian belakang mobil polisi. 

    Bahkan warga Arab sendiri menilai tindakan yang dilakukan polisi susila tersebut sangat janggal, dan mereka mengolok-olok insiden itu di Twitter dengan hashtag #PolisiMoralMenangkapsebuahBoneka.

    Sebagian warga Arab bahkan menilai petugas tersebut telah mempermalukan citra Arab Saudi di mata dunia karena tindakannya yang berlebihan.

    Seorang pengguna Twitter menulis: “Benar-benar memalukan, ini sudah tahun 2016, dan para idiot tersebut masih memiliki kewenangan. Copot mereka dari kekuasaannya.” 

    Selain dilarang memperlihatkan aurat mereka di depan publik, para wanita Arab dilarang mengemudikan kendaraan.

    Pada September 2011, seorang wanita Arab dihukum 10 cambukan lantaran melanggar aturan larangan mengemudi tersebut dan baru dibebaskan setelah Raja Abdullah menghentikannya.

    Pada 2002, polisi moral Arab tak mengizinkan para pelajar wanita melarikan diri dari sebuah sekolah di Mekah yang tengah terbakar lantaran mereka tak memakai hijab. Larangan tersebut diyakini telah menimbulkan jumlah korban yang cukup tinggi dalam kebakaran itu yang mencapai 15 orang.

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.